Pemkot Bengkulu Anggarkan Rp300 Juta untuk Revitalisasi Pasar Panorama
📅 Jumat, 24 Nov 2023, 16:44 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Anggi Mayasari
KOTA BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menganggarkan dana sebesar Rp300 juta untuk melakukan revitalisasi penataan dan fasilitas di Pasar Tradisional Panorama.
Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2023 dan ditargetkan selesai secepatnya.
"Di 2023 melakukan revitalisasi kembali Pasar Panorama dengan anggaran dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bengkulu sebanyak Rp300 juta," kata Asisten I Setda Kota Bengkulu Eko Agusrianto di Bengkulu, Jumat.
Ia menyebutkan, revitalisasi fasilitas yang dilakukan yaitu saluran drainase, pelataran dan juga fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang dinilai kurang memadai.
Sebab, drainase Pasar Tradisional Panorama saat ini sering dikeluhkan oleh pedagang dan pembeli karena sering tersumbat sehingga terjadi banjir dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita telah melakukan evaluasi dan didapatkan permasalahan di Pasar Panorama berada di drainase yang mampet, lapak yang kurang layak dan juga TPS yang tidak memadai. Kita dapati juga kalau hujan, di area Pasar Panorama akan tergenang sampai 50 centimeter karena sistem drainase yang tidak berfungsi dan ini juga membuat seisi pasar mencium bau yang tidak sedap," terang Eko.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu juga akan membangun pelataran di Pasar Panorama.
Pembangunan pelataran tersebut dilakukan guna menjadi tempat relokasi pedagang yang saat ini masih berjualan pinggir jalan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita akan perbaiki fasilitas-fasilitas pasar dengan membuat tempat relokasi berupa pelataran untuk menjadi tempat relokasi pedagang di luar pasar," ujar Kepala Disperindag Kota Bengkulu Bujang HR.
Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penataan kawasan Pasar Panorama yang bertahun-tahun tidak tertib.
Oleh karena itu, dirinya memastikan jika penertiban tersebut bersifat penataan agar pedagang dapat menempati pelataran yang rencananya akan selesai pada awal 2024, dengan fasilitas dan tempat yang memadai.
"Kita bangun fasilitas, baru kita tertibkan dan ini memerlukan waktu, tidak bisa langsung sekaligus. Kita minta masyarakat sebagai pembeli dapat berbelanja di dalam pasar agar pedagang ikut masuk ke dalam pasar," sebut dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!