Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tips Berbusana dengan 'Layering' Sesuai Bentuk Badan

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tips Berbusana dengan 'Layering' Sesuai Bentuk Badan Doc: ANTARA/Pamela Sakina
Ket. Penata busana (fashion stylist) selebriti Reynintha Sarassati Hutasoit berbincang pada media gathering di Jakarta, Rabu (22/11/2023).

JAKARTA - Seorang penata busana Reynintha Sarassati Hutasoit memberikan tips bergaya pakaian "layering" menyesuaikan bentuk tubuh.

"Gaya pakaian berlapis ini perlu siasat untuk beberapa bentuk tubuh," kata dia di sela media gathering produk busana Uniqlo, di Jakarta, Rabu (22/11) malam.

"Layering" atau gaya pakaian bertumpuk dan berlapis telah menjadi tren fesyen beberapa tahun ke belakang.

Bahkan sejumlah desainer mode memprediksi gaya ini akan masih menjadi tren di tahun 2024.

Wanita yang akrab disapa Rere itu mengatakan, "layering" tidak memerlukan trik khusus bagi orang dengan tubuh ideal. Namun ada beberapa kiat khusus untuk bentuk tubuh seperti tubuh besar dan tinggi di bawah rata-rata.

"Pada dasarnya gaya berpakaian tidak ada batasan, dan selama pemakainya nyaman dan percaya diri, tidak akan ada yang salah," jelas Rere.

"Namun dengan sedikit trik, mampu menonjolkan kelebihan pada tubuh yang terkadang tidak disadari," tambahnya.

Bagi orang dengan tubuh besar, penata busana yang biasa merias Afgan hingga Maudy Ayunda itu menganjurkan untuk menghindari padding atau bantalan busa pada bagian bahu.

Padding pada bahu biasanya akan menambah kesan tegap dan dada yang bidang, bila digunakan dengan orang bertubuh besar, ditambah dengan gaya "layering", padding dapat menambah kesan besar pada tubuh.

Outer atau luaran berjenis parka bisa jadi pilihan untuk bentuk tubuh ini.

"Padding bisa jadi bagus untuk tubuh besar, namun bukan untuk gaya potongan oversize dan layering," ujar Rere.

Sementara bagi seseorang yang memiliki tinggi badan di bawah rata-rata, Rere menganjurkan untuk menghindari celana potongan ketat, seperti skinny pants.


Sebaliknya, ia menyarankan untuk memakai celana longar seperti celana baggie. Ini akan mengurangi kesan mungil pada tubuh.

Celana yang menunjukkan mata kaki dipadankan dengan sepatu berujung runcing juga akan menambah kesan tinggi pada seseorang.

Bila tetap ingin mengenakan celana yang mengekspos bagian kaki, opsi celana pendek potongan "flare" adalah yang terbaik, kata Rere.

Sedangkan, bagi yang memiliki tubuh gemuk dan tidak tinggi, Rere menganjurkan untuk menggunakan atasan di bawah bokong.

"Menutupi bagian bokong akan menyiasati bentuk tubuh terkesan 'bantat', celana model palazo juga akan membantu," kata Rere.

Meski demikian, Rere kembali menegaskan, bahwa tiap orang berhak untuk mengekspresikan diri sesuai selera dan gayanya masing-masing. Tiap orang pun memiliki daya tarik tersendiri tak terpaku pada bentuk tubuh tertentu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.