Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh 8,99 Persen pada Oktober

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 16:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh 8,99 Persen pada Oktober Doc: ANTARA/Sanya Dinda
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (ketiga dari kanan) dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/11/2023).

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut penyaluran kredit perbankan pada Oktober 2023 tumbuh 8,99 persen secara tahunan didukung oleh peningkatan permintaan, sejalan dengan kinerja korporasi dan konsumsi rumah tangga yang terjaga.

"Secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh sektor jasa sosial, jasa dunia usaha, dan pertambangan," kata Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/11).

Pembiayaan syariah juga meningkat 14,68 persen secara tahunan pada Oktober 2023.

Kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga tercatat tumbuh 8,36 persen secara year on year, antara lain didukung oleh peningkatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama pada sektor-sektor prioritas, inklusif, dan ekonomi hijau," kata Perry menambahkan.

Perry memperkirakan kredit tetap tumbuh di kisaran 9 sampai 11 persen secara tahunan pada 2023, dan akan tumbuh lebih tinggi pada 2024.

Lending capacity perbankan ditopang oleh likuiditas yang masih memadai dimana pada Oktober 2023 rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) perbankan tetap terjaga tinggi, yaitu sebesar 26,36 persen.

Bank Indonesia turut mendukung perbankan mengelola likuiditas dengan menerbitkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang juga meningkatkan lending capacity perbankan.

"Perkembangan likuiditas tersebut berdampak positif terhadap suku bunga perbankan, dengan suku bunga deposito perbankan jangka waktu 1 bulan dan suku bunga kredit pada Oktober 2023 masing-masing terjaga pada 4,40 persen dan 9,37 persen," kata Perry.

Likuiditas perbankan yang tetap memadai juga didukung oleh implementasi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) yang berlaku mulai 1 Oktober 2023.

Per November 2023, total insentif likuiditas yang telah digelontorkan BI mencapai Rp138 triliun.

"Bank Indonesia terus meningkatkan efektivitas implementasi insentif likuiditas KLM untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," kata Perry.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.