Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemberdayaan Warga, Optimalisasi Potensi Pariwisata Mampu Serap Tenaga Kerja di NTT

📅 Senin, 20 Nov 2023, 00:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemberdayaan Warga, Optimalisasi Potensi Pariwisata Mampu Serap Tenaga Kerja di NTT Doc: ANTARA/Benny Jahang
Ket. CEO GMT Institute Jakarta Fransiskus Go (kedua dari kanan).

Kupang - Pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu mengoptimalkan potensi pariwisata yang ada di daerah ini, karena sektor pariwisata mampu menyerap tenaga kerja lokal yang sangat banyak.

"NTT merupakan daerah tujuan wisata yang memiliki potensi wisata yang sangat beragam dan eksotik mampu menarik kunjungan wisatawan yang cukup banyak, sehingga semakin banyak menyerap tenaga kerja lokal di daerah ini," kata CEO GMT Institute Jakarta Fransiskus Go kepada wartawan di Kupang, Minggu.

Fransiskus Go berada di Kupang untuk melakukan penyerahan hadiah pada lomba esaijurnalistik bertemakan "Membangun NTT dari Sisi Pendidikan, Ekonomi dan Kesehatan" yang diinisiasi GMT Institute Jakarta.

Ia menjelaskan sektor pariwisata menjadi kekuatan yang sangat luar biasa dalam membangun ekonomi, sehingga pertumbuhan ekonomi warga NTT terus bertumbuh dengan cepat.

"Kami yakin dengan mengoptimalkan potensi pariwisata, maka ekonomi masyarakat NTT akan bertumbuh dengan cepat dan banyak menyerap tenaga kerja," kata Fransiskus Go.

Dia berharap pemerintah kabupaten/kota di NTT untuk terus memberikan kemudahan berinvestasi bagi investor yang hendak berinvestasi di provinsi berbasis kepulauan ini.

Ia menambahkan potensi sumber daya alam yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTT, yaitu sektor perikanan dan kelautan yang belum dikelola secara optimal.

"Apabila sektor pariwisata dan kelautan dan perikanan dikelola secara optimal, maka ekonomi NTT bertumbuh dengan cepat," kataFransiskus Go yang ikut berperan dalam menghadirkan Hypermart dan Lippo Plasa di Kota Kupang.

Menurut dia, pemerintah tidak bisa mengandalkan dirinya dalam pembangunan sehingga pemerintah butuh swasta, karena pemerintah fokus pada kebijakan, regulasi dan pembangunan yang vital bagi masyarakat, maka untuk perputaran ekonomi dibutuhkan swasta.

"Kemajuan suatu daerah dalam membuka lapangan kerja kita butuh keterlibatan swasta, sehingga NTT akan lebih baik pada waktu ke depan," kata Fransiskus Go.

Secara terpisah, Bupati KupangKorinus Masneno mengatakan, PemkabKupang memberikan dukungan penuh kepada investor yang hendak berinvestasi di daerah ini.

"Daerah ini memiliki banyak potensi, baik pariwisata, pertanian, perkebunan, dan perikanan serta kelautan. Pemerintah tentu membutuhkan pihak swasta dalam mengelola berbagai potensi itu," kata Bupati Korinus Masneno.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.