Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri PUPR Sebut Inpres Air Minum Manfaatkan Instalasi Pengolahan Air

📅 Senin, 20 Nov 2023, 15:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri PUPR Sebut Inpres Air Minum Manfaatkan Instalasi Pengolahan Air Doc: antarafoto
Ket. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang air minum dan sanitasi dalam rangka memanfaatkan instalasi pengolahan air (IPA) yang sudah ada.

"Kita memasang sambungan - sambungan rumah (SR) yang IPA-nya sudah dibangun, jadi tidak membangun lagi IPA baru," kata Basuki di sela-sela Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin (20/11).

Dengan demikian, lanjutnya, Inpres air minum dan sanitasi dalam rangka memanfaatkan infrastruktur IPA yang dibangun Kementerian PUPR.

Inpres tentang air minum dan sanitasi merupakan salah satu fokus program Kementerian PUPR pada tahun depan yakni melaksanakan pembangunan infrastruktur yang menjadi direktif Presiden RI dan instruksi presiden yakni Inpres Jalan Daerah dan Inpres Air Minum dan Sanitasi.

Fokus program Kementerian PUPR lainnya pada tahun 2024 adalah melaksanakan Program OPOR (Operasi, Pemeliharaan, Optimalisasi dan Rehabilitasi).

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menginisiasi Inpres terkait air bersih dan sanitasi setelah disetujui oleh Presiden RI Joko Widodo pada rapat terbatas (ratas) yang membahas mengenai pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM).

Inpres tersebut mulai berlaku pada tahun depan. Untuk Inpres air minum dan sanitasi ini kebutuhan totalnya Rp16,6 triliun yang diperuntukkan tidak untuk membangun infrastruktur IPA, namun untuk pemasangan sambungan ke rumah-rumah masyarakat agar mencapai target 10 juta SR.

Pemerintah sendiri saat ini sudah memiliki infrastruktur IPA, baik yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun regional.

Adapun sambungan rumah yang sudah bisa dipasang sebanyak 6,2 juta SR di mana semua datanya ada dan infrastruktur IPA di daerah tersebut sudah berproduksi. Dengan demikian, Kementerian PUPR tinggal memasang sambungan rumahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.