RI Ketinggalan Jauh untuk Jadi Negara Maju

Selasa, 14 Nov 2023, 00:03 WIB

JAKARTA - Pemerintah diminta menyampaikan target pembangunan yang realistis untuk dicapai, bukan menjual mimpi yang sulit direalisasikan seperti akan menjadi negara maju di dunia pada 2045 mendatang atau yang dikenal dengan Indonesia Emas.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, mengatakan untuk menjadi negara maju, salah satu syaratnya adalah ekonomi Indonesia harus tumbuh 6-7 persen. Target pertumbuhan ekonomi 6-7 persen itu masih sulit terealisasi. Sebab, selama ini saja masih di sekitar 5 persen. "Kita masih terlalu jauh untuk menjadi negara maju. Itu masih mimpi," tegas Anthony.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: BPS - kj/ones

Dia pun meminta agar dalam menetapkan target itu jangan terlalu tinggi. Sebaiknya menyelesaikan dulu masalah di depan mata, seperti bagaimana memberantas kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Kriteria negara maju saat ini adalah mereka yang pendapatan per kapita sekitar 12.000 dollar AS per tahun atau dengan sekitar 188,4 juta rupiah dengan kurs saat ini, sedangkan Indonesia masih jauh di bawah itu.

"Ekonomi Indonesia mengandalkan sektor pertambangan. Kita bergantung ke ekspor komoditas yang beberapa tahun lagi habis," katanya.

Banyak Tantangan

Sementara itu, ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM), Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Teuku Riefky, mengatakan Indonesia perlu mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata 6-7 persen per tahun selama 20 tahun untuk menjadi negara maju (high income country).

"Kalau Indonesia bisa mencapai pertumbuhan 6 sampai 7 persen selama 20 tahun tersebut maka Indonesia bisa menjadi negara maju," kata Teuku kepada Antara, di Jakarta, Senin (13/11).

Untuk menjadi negara maju pun, Indonesia menghadapi banyak tantangan, salah satunya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Faktor pendorong pertumbuhan ekonomi, antara lain produktivitas masyarakat, peningkatan investasi, industrialisasi, hingga tenaga kerja kompetitif dan terampil.

"Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ini, faktornya macam-macam, bisa dari peningkatan produktivitas masyarakat, peningkatan investasi, pelatihan skill, tingkat pendidikan, dan penciptaan lapangan kerja," kata Teuku.

Salah satu strategi yang paling bisa dilakukan Indonesia adalah industrialisasi yakni mendorong sektor manufaktur tumbuh signifikan. Sebab, manufaktur bisa menciptakan lapangan kerja yang sangat besar dan keterampilan kerja yang dibutuhkan relatif tidak terlalu tinggi. Dengan demikian, penyerapan tenaga kerja bisa terjadi dengan sangat cepat di sektor manufaktur.

"Mungkin itu tugas pertama yang perlu didorong, sembari membangun aspek-aspek lainnya, seperti meningkatkan iklim investasi, mendorong peningkatan kapasitas institusi, meningkatkan kualitas tenaga kerja, dan kualitas pendidikan di Indonesia," pungkasnya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.