Proliferasi AI yang Pesat Menjadi Ancaman Demokrasi
📅 Jumat, 10 Nov 2023, 00:04 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Jika hal ini terjadi, saya khawatir tidak akan mudah untuk kembali menjadikan AI sebagai alat dan AI sebagai sesuatu yang memberdayakan manusia. Dan ini akan menjadi sesuatu yang lebih menggantikan manusia," tuturnya.
Pengamat politik sekaligus Wakil Rektor Tiga Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan perkembangan AI perlu disambut sekaligus disikapi secara bijaksana agar lebih banyak memberi manfaat dari pada ekses negatif, khususnya dalam berdemokrasi dan kehidupan sehari-hari.
"Berbagai peringatan tersebut harus kita tanggapi positif dengan peningkatan awareness and allertness sehingga kita senantiasa punya readiness untuk mengantisipasi berbagai dampak negatif AI. AI memang harus diwaspadai, tetapi juga tetap membawa manfaat bagi perbaikan kehidupan dan peradaban manusia. Asal sumber daya manusia kita telah siap dan berkualitas, tidak ada yang perlu ditakutkan berlebihan. Saya meyakini bahwa manusia tetap akan memegang peran sentral," katanya.
Pemerintah dan negara-negara di dunia harus mendorong para pelaku digital untuk membuat AI lebih memberi manfaat yang nyata bagi kehidupan berdemokrasi. Risiko-risiko yang mungkin hadir dari AI harus dibalik menjadi kekuatan membangun demokrasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!