Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Orang Tua Wajib Tahu, Infeksi Demam Berdarah di Usia Anak Bisa Ganggu Tumbuh Kembang

📅 Senin, 06 Nov 2023, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Orang Tua Wajib Tahu, Infeksi Demam Berdarah di Usia Anak Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Doc: ANTARA/Jessica Wuysang
Ket. Seorang pasien anak pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) didampingi ibunya saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (4/8/2023).

Jakarta - Dokter spesialis anak RS Hermina Jatinegara dr. Kanya Ayu Paramastri Sp.A mengatakan anak yang terinfeksi demam berdarah dengue (DBD) bisa mengganggu proses masa tumbuh kembangnya karena asupan nutrisi yang kurang.

"Kalau seperti umumnya anak infeksi pastinggakmau makan, anaknya rewel, susah tidur, otomatis kalau gangguan makan nutrisi bisa turun, kalau itu terjadi berulang daya tahan tubuhnyanggakoke," kata Kanya saat diskusi tentang pencegahan DBD di Jakarta, Minggu.

Kanya mengatakan infeksi DBD yang hebat dan berulang, bisa berujung stunting karena asupan nutrisi anak yang tidak adekuat, sehingga terjadi risiko gagal tumbuh dan kenaikan berat badan tidak baik pada jangka panjang.

Infeksi dengue yang terjadi berulang memang tidak menyebabkan efek samping pada organ lain dalam tubuh anak ketika dewasa. Namun jika kejadian dengue menyerang otak, bisa menjadi masalah seperti kekurangan cairan, dan kekurangan oksigen yang sampai merusak otak.

Dokter yang pernah mengenyam pendidikan dokter umum di Universitas Brawijaya Malang ini juga mengatakan dengue yang bisa menyerang berulang hingga empat kali, biasanya akan lebih parah di infeksi kedua dan seterusnya.

Saat anak dirawat karena DBD, penting untuk memenuhi asupan nutrisinya seperti cairan dan konsumsi protein hewani lebih banyak.

"Utamakan cairan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, kedua karena dia virus kita harusnaikindaya tahan tubuh dengan protein hewani itu sangat efektif," kata Kanya.

Untuk pencegahan, Kanya menyarankan sempatkan untuk melakukan 3M yaitu menguras, mendaur ulang, dan menutup, dan menetapkan pembersihan rumah setiap hari Minggu jam 10 pagi selama 10 menit untuk membersihkan area genangan air atau tempat-tempat yang dihinggapi nyamuk selama 10 minggu berturut-turut.

"Jadi harapannya lingkungan tempat anak tinggal bersih dari sektor nyamuk pembawa virus dengue," tambahnya.

Selain itu,lakukan vaksinasi di usia 6-45 tahun dan perbaiki daya tahan tubuh dari dalam dengan jaga asupan nutrisi, konsumsi makanan yang mengandung protein hewani, dan istirahat cukup.

Kanya juga merekomendasikan tumbuhan pengusir nyamuk seperti lavender, sereh atau kemangi sebagai bahan untuk mengepel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.