Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inovasi Pengolahan Pangan Lokal Sangat Dibutuhkan

📅 Senin, 06 Nov 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Inovasi Pengolahan Pangan Lokal Sangat Dibutuhkan Doc: ISTIMEWA
Ket. MUHAMAD MARDIONO UKP RI Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan - Bahkan akibat sampah makanan, Bappenas memperkirakan negara setidaknya mengalami kerugian ekonomi mencapai 213– 551 triliun rupiah per tahun

JAKARTA - Pengolahan pangan lokal memerlukan inovasi untuk mengurangi tingkat kehilangan dan pemborosan makanan atau food loss and food waste. Utusan Khusus Presiden (UKP) RI bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, di Jakarta, akhir pekan lalu, mengatakan kiprah para praktisi dan pakar pangan sangat dinantikan untuk melakukan berbagai inovasi pada pangan lokal.

"Kiprah mereka sangat kita nantikan untuk melakukan inovasi pengolahan pangan lokal sehingga tak perlu lagi ada pangan yang hilang atau terbuang karena diolah dengan efisien dan disukai masyarakat," kata Mardiono dalam FGD bertema Inovasi Pengolahan Pangan Lokal sebagai Gerakan Nasional Pengurangan Kehilangan dan Pemborosan Makanan.

Indonesia kaya akan sumber bahan pangan yang bernilai gizi sangat tinggi termasuk rempah-rempah yang melimpah, pangan lokal, dan menu tradisional di setiap daerah. Itu akan menjadi modal mewujudkan ketahanan pangan sehingga masyarakatnya bebas dari ancaman kekurangan gizi kronis (stunting) dan kemiskinan ekstrem.

Pentingnya gerakan pengurangan food loss and food waste itu karena sebanyak 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya di dunia. "Bahkan akibat sampah makanan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan negara setidaknya mengalami kerugian ekonomi mencapai 213-551 triliun rupiah per tahun atau setara dengan 4-5 persen PDB Indonesia," kata Mardiono.

Di sisi lain, sampah makanan juga menyumbang 8-10 persen emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Berdasarkan data The United Nations Environment Programme (UNEP), Indonesia menempati peringkat ke-4 sebagai negara dengan produksi sampah makanan terbesar di dunia setelah Tiongkok, India, dan Nigeria dengan total sampah makanan mencapai 21 juta ton setiap tahun.

Sudah Mengkhawatirkan

Pakar pertanian dari UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya, Ramdan Hidayat, mengatakan pemerintah harus melakukan berbagai upaya baik saat panen maupun pascapanen untuk mengurangi tingkat kehilangan dan pemborosan makanan karena tingkatannya untuk Indonesia sudah mengkhawatirkan yaitu sekitar 22 persen. "Dengan volume produksi yang cukup besar dan kehilangan sampai 22 persen bagi negara berkembang termasuk tinggi," katanya.

Saat panen perlu mekanisasi untuk menekan. Selain itu, sistem ijon harus diberantas karena cenderung mendorong panen dilakukan sebelum tumbuhan masak sempurna, sehingga tingkat kerusakannya tinggi. Misalnya, pada beras banyak yang pecah karena dipanen sebelum benar-benar berisi.

Sedangkan untuk tahap pascapanen, pemerintah harus mendorong edukasi kecukupan 2.000 kalori sehari, lewat pola makan harapan ke masyarakat sehingga ini bisa mengurangi food waste.

Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan Indonesia tidak kekurangan sumber pangan lokal. Jika diolah, akan sangat membantu mengurangi kebergantungan pada makanan dari beras.

"Penting untuk mendorong diversifikasi pangan lokal supaya ke depan kebergantungan pada pertanian monokultur (beras/padi) berangsur berkurang dan diganti pertanian multikultur dan pangan lokal," tegas Awan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.