Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penelitian Ungkap Kurang Tidur Nyenyak Tingkatkan Risiko Demensia pada Lansia

📅 Minggu, 05 Nov 2023, 17:00 WIB | Oleh:
Penelitian Ungkap Kurang Tidur Nyenyak Tingkatkan Risiko Demensia pada Lansia Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi

Kurang tidur tidak hanya menimbulkan rasa lelah dan gelisah, tetapi juga dapat memicu beberapa masalah kesehatan kronis, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan depresi. Menurut sebuah penelitian, lansia yang kurang tidur nyenyak berisiko lebih tinggi terkena demensia.

Tidur nyenyak atau tidur gelombang lambat adalah tahap yang penting untuk memperbaiki dan memulihkan fungsi tubuh. Seseorang biasanya mengalami tidur nyenyak dalam waktu satu jam setelah tertidur, dan durasinya cenderung berkurang seiring berjalannya malam.

Menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Jama Network mengungkapkan bahwa bagi orang yang berusia di atas 60 tahun, kurang tidur nyenyak 1 persen dalam setahun dapat meningkatkan risiko demensia sebesar 27 persen.

"Tidur gelombang lambat, atau tidur nyenyak, mendukung otak yang menua dengan berbagai cara, dan kita tahu bahwa tidur meningkatkan pembersihan sisa metabolisme dari otak, termasuk memfasilitasi pembersihan protein yang terkumpul pada penyakit Alzheimer," kata pemimpin penelitian Matthew Pase, seorang profesor di Monash School of Psychological Sciences, dikutip dari Medical Daily, Rabu (1/11).

"Namun, sampai saat ini, kami tidak yakin akan peran tidur gelombang lambat dalam perkembangan demensia. Temuan kami menunjukkan bahwa kehilangan tidur gelombang lambat mungkin merupakan faktor risiko demensia yang dapat dimodifikasi," tambah Pase.

Meskipun penelitian ini belum mengevaluasi bagaimana kehilangan tidur menyebabkan demensia, para peneliti percaya bahwa meningkatkan atau mempertahankan tidur nyenyak berpotensi membantu lansia menunda timbulnya demensia.

Para peneliti mengamati 346 partisipan yang berusia di atas 60 tahun, yang menyelesaikan dua studi tidur semalam, dari tahun 1995 hingga 1998 dan 2001 hingga 2003. Terdapat jarak rata-rata lima tahun antara kedua penelitian tersebut.

Para peneliti mengamati penurunan tidur nyenyak di antara kedua penelitian, yang biasanya dikaitkan dengan penuaan. Para peserta ditindaklanjuti untuk demensia sejak akhir studi tidur kedua hingga 2018.

"Bahkan setelah disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, kelompok, faktor genetik, status merokok, penggunaan obat tidur, penggunaan antidepresan, dan penggunaan ansiolitik, setiap persentase penurunan tidur nyenyak setiap tahun dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia sebesar 27 persen," ujar para peneliti dalam sebuah pernyataan.

Sebagai informasi, demensia adalah kondisi neurologis yang umumnya terjadi pada lansia dan ditandai oleh penurunan kemampuan kognitif dan fungsi otak. Lansia yang mengalami demensia mungkin mengalami gejala seperti penurunan daya ingat, kesulitan berpikir secara jelas, perubahan perilaku, dan masalah dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ini adalah masalah yang signifikan dalam perawatan lansia, karena dapat mengganggu kualitas hidup mereka dan mempengaruhi keluarga dan perawat mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.