Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sianida dalam Makanan, Bagaimana Standarnya untuk Keamanan Pangan

📅 Sabtu, 04 Nov 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Misalnya, sianida dalam pestisida. Sianida dapat digunakan dalam pestisida kimia yang digunakan untuk mengendalikan hama di pertanian. Jika tidak digunakan dengan benar atau jika ada paparan berlebihan dalam komoditas hasil pertanian, pestisida ini dapat menjadi ancaman bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Selain itu, ada juga sianida dalam industri. Sianida digunakan dalam berbagai industri, terutama dalam penambangan emas dan pengolahan logam. Paparan sianida dalam lingkungan industri harus diawasi dan dikendalikan secara ketat untuk menghindari risiko terhadap pekerja dan lingkungan.

Penting untuk memahami perbedaan antara sianida alami dalam bahan pangan dan sianida yang tidak terkandung dalam makanan.

Berbagai teknik pengolahan yang tepat dapat menghilangkan sianogen. Efektivitasnya tergantung pada langkah-langkah pengolahan dan urutan yang digunakan, seringkali juga bergantung pada waktu yang digunakan.

Misalnya dengan proses perendaman. Merendam singkong selama 24 jam menghasilkan penurunan total kandungan sianida sebesar 13-52%. Setelah 48 jam, penurunan mencapai 73-75%, dan setelah 72 jam, kandungan sianida berkurang hingga 90%.

Namun, untuk menghasilkan pangan yang lebih aman untuk dikonsumsi, dibutuhkan pendekatan yang efektif. Contohnya, melalui penggabungan beberapa tahapan proses, yakni merendam singkong sebelum dikeringkan.

Dengan kombinasi pemrosesan ini, penghilangan sianogen dapat mencapai sekitar 97,8-98,7%. Ini berarti hampir semua sianogen dapat dihilangkan sehingga dapat meningkatkan tingkat keamanan makanan yang dihasilkan dari singkong.

Sementara sianida dalam industri atau pestisida memerlukan pengawasan ketat untuk menjaga keselamatan manusia dan lingkungan.

Senyawa kimia yang sering disalahgunakan

Sejak ditemukan senyawa sianida pada 1782 oleh ahli kimia terkenal asal Swedia, Carl Wilhelm Scheele, senyawa ini sering kali disalahgunakan sebagai bahan berbahaya, seperti kapsul beracun saat Perang Prancis-Prusia hingga Perang Dunia II.

Salah satu kasus yang terkenal adalah kasus "Tylenol Poisoning" pada 1982 di Amerika Serikat (AS). Seseorang dengan sengaja mencampurkan sianida dalam kapsul obat pereda nyeri Tylenol yang beredar di pasaran. Ini mengakibatkan kematian beberapa orang yang mengonsumsi produk tersebut dan mengarah pada perubahan signifikan dalam pengemasan obat-obatan untuk mencegah sabotase serupa.

Cara mendeteksi racun dalam makanan

Ilmu toksikologi pangan berperan penting dalam menyelidiki efek racun atau bahan beracun dalam makanan terhadap tubuh manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.