Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disiapkan Ribuan Ember Bibit Nyamuk

📅 Sabtu, 04 Nov 2023, 04:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Disiapkan Ribuan Ember Bibit Nyamuk Doc: antara
Ket. Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakbar, Erizon Safari

JAKARTA -Untuk mengatasi demam berdarah dengue (DBD) Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menyiapkan sedikitnya 4.100 ember bibit nyamuk berbakteri wolbachia.

"Ini akan diluncurkan awal Desember sebagai percontohan. Peluncuran akan dilakukan di Kecamatan Kembangan," ujar Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakbar, Erizon Safari, Jumat (3/11).

Erizon menjelaskan, ribuan ember nyamuk berwolbachia tersebut akan dijaga "orang tua asuh" alias pemilik rumah. "Ribuan ember tersebut akan diletakkan di rumah-rumah dan dijaga pemilik rumah. Ember-ember berisi telur nyamuk akan dipantau dua pekan sekali," ucap Erizon.

Lebih jauh Erizon menyebut sudah melakukan persiapan dengan melatih kader-kader yang menjadi koordinator lapangan dalam program tersebut. Pengkaderan sudah dilakukan dari tingkat kota untuk koordinator lapangan. "Teman-teman koordinator lapangan yang akan memantau di Kecamatan Kembangan. Juga, dilakukan sosialisasi secara tidak langsung oleh teman-teman kader dari Puskesmas," kata Erizon.

Terkait pertimbangan dipilihnya Kembangan sebagai percontohan, kata Erizon, karena jumlah bibit wolbachia yang masih terbatas dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan laboratorium Kementerian Kesehatan di Solo. Padahal untuk merilis ini dibutuhkan jumlah telur nyamuk berwolbachia yang sangat banyak.

Untuk saat ini hanya bisa didukung dari lab UGM dan lab Kemenkes, sehingga akan dilaksanakan secara bertahap. Sebelumnya, Erizon menyebut penanganan DBD dengan nyamuk berwolbachia terbukti 87 persen efektif. Itu diketahui saat uji coba di beberapa wilayah seperti Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta.

"Ini sudah ada implementasi karena pilot project sudah sejak 2014 dilakukan di Sleman, Bantul, dan Yogyakarta. Jadi, karena sudah terbukti menurunkan sampai 87 persen, maka diimplementasikan di lima kota, salah satunya Jakbar," kata Erizon.

Selain itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sudinkes Jakbar, Arum Ambarsari, mengatakan wolbachia adalah sejenis bakteri yang normalnya hidup dalam tubuh serangga. Dia tidak berbahaya terhadap serangga tersebut.

Berdasarkan penelitian di Australia, bakteri wolbachia yang disuntik ke dalam tubuh nyamuk penyebar virus dengue bisa menurunkan virus dengue dalam tubuh nyamuk aedes aegypti (melalui perlawanan antara bakteri wolbachia dan virus dengue). Nyamuk aedes itu kemudian menjadi aedes yang memiliki wolbachia. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.