Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren, Populasi Orang Utan Tumbuh 17 Persen Berkat Hutan Lestari Kalimantan

📅 Jumat, 03 Nov 2023, 00:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren, Populasi Orang Utan Tumbuh 17 Persen Berkat Hutan Lestari Kalimantan Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko P
Ket. Direktur Program Terestrial YKAN Ruslandi (pertama kanan) dalam diskusi Thought Leadership Forum (TLF) dengan tema “Transformasi Pengelolaan Hutan Alam Produksi untuk Mencapai Target FOLU Net Sink 2030,” di Jakarta, Kamis (2/11/2023).

Jakarta - Keren, praktik pengelolaan hutan lestari di kawasan konsesi perusahaan di Kalimantan Timur menumbuhkan populasi orang utan sebesar 17 persen, berdasarkan data pantauan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Data tersebutmenunjukkan populasi orang utan di konsesi perusahaan yang didampingi YKAN di Kalimantan Timur meningkat dari 508 ekor pada tahun 2018 menjadi 605 ekor pada2022.

"Peningkatan populasi orang utan ini terjadi di wilayah konsesi perusahaan PT Gunung Gajah Abadi Samarinda yang telah menerapkan praktik pengelolaan hutan lestari," kata Direktur Program Terestrial YKAN Ruslandi di Jakarta, Kamis.

Ruslandi menjabarkan peningkatan populasi orang utan di konsesi perusahaan tersebut merupakan hasil dari upaya pengelolaan hutan berkelanjutan.

Upaya ini meliputi, pengembangan perangkatself assessment,monitoring biodiversity, penanganan konflik masyarakat dengan hewan liar, perusahaan-masyarakat dan serta penerapan pembalakan rendah emisi.

"Survei tidak bisa satu kali minimal dilakukan tiga kali dalam setahun karena untuk orang utan jumlahnya berkali lipat," kata Ruslandi.

Menurut Ruslandipenerapan pembalakan rendah emisi atau RIL-C dalam praktik hutan lestari juga turut berkontribusi meningkatkan populasi spesies yang dilindungi tersebut.

PenerapanRIL-C meminimalisasi kerusakan hutan dengan cara menghindari penebangan pohon berlubang, mengatur arah rebah pohon, mengurangi kerusakan pohon besar, dan meminimalkan luas-an jalan angkut.

"Bahkan sisi lainnya juga menurunkan emisi karbon sebanyak 130.750 ton CO2e atau bisa 0,017 persen yang membantu pemerintah mengurangi emisi karbon berdasarkan penelitian dengan BRIN sebagai kunci utama dari praktik RIL-C," kata dia.

YKANbekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur untuk mengintegrasikan implementasi RIL-C ke dalam program kerja Dinas Kehutanan setempat.

YKAN juga memberi pendampingan teknis kepada 27 perusahaan kayu pemegang IUPHHK di Kalimantan Timur dalam mendapatkan sertifikat PHPL dan sertifikasi internasional Forest Stewardship Council (FSC).

"Kami berharap peningkatan populasi orang utan dan emisi karbon ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain untuk menerapkan praktik pengelolaan hutan lestari dan RIL-C," ujar Ruslandi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.