Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPOM: Sorgum Dapat Jadi Alternatif Menurunkan Stunting

📅 Kamis, 02 Nov 2023, 16:38 WIB | Oleh:
BPOM: Sorgum Dapat Jadi Alternatif Menurunkan Stunting Doc: ANTARA/Sean Muhamad
Ket. Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Rita Endang (kiri) dalam diskusi pada acara Sarasehan Jaminan Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan Olahan Berbahan Dasar Sorgum dalam rangka Hari Pangan Sedunia Tahun 2023 yang diikuti di Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (2/11).

MOJOKERTO - Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Rita Endang mengatakan sorgum dapat menjadi bahan pangan alternatif guna menurunkan angka stunting di Indonesia.

"Sorgum mengandung zat besi, kalsium, dan protein yang tinggi untuk dapat membantu menurunkan angka stunting di Indonesia," katanya dalam diskusi pada acara Sarasehan Jaminan Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan Olahan Berbahan Dasar Sorgum dalam rangka Hari Pangan Sedunia Tahun 2023 yang diikuti di Mojokerto, Jawa Timur, Kamis.

Rita menyebutkan sorgum juga dapat menjadi alternatif pengganti nasi pada pasien diabetes, karena memiliki gula dan karbohidrat yang rendah. Selain itu, sorgum juga merupakan bahan pangan bebas gluten, sehingga aman untuk dikonsumsi pengidap autisme.

Lebih lanjut, dia menyebutkan sorgum memiliki nilai gizi yang baik, dan dapat tumbuh di daerah yang memiliki ketersediaan air yang sedikit. Oleh karena itu, dia juga menilai sorgum dapat menjadi alternatif bahan pangan pokok selain beras.

Untuk itu, BPOM telah melakukan sejumlah diskusi untuk pengembangan sorgum di Indonesia sejak 14 April 2023 yang lalu. Selain itu, BPOM juga turut berupaya dalam mengawal pengembangan industri pangan berbahan pokok sorgum di Indonesia.

"Good agricultural process, good manufacturing proccess,dan distribusinya telah menjadi perhatian kita," ujarnya.

Dalam data yang dihimpun BPOM, dikatakan sorgum memiliki kandungan serat pangan dan zat besi yang cukup tinggi dibandingkan dengan jenis serealia lainnya, seperti, beras, singkong, dan gandum. Kandungan zat besi sorgum sebanyak 5,4 mg/100 g, lebih tinggi dibandingkan dengan zat besi dalam beras pecah kulit (1,8 mg/100 g) dan gandum (3,5 mg/100 g).

Selain itu, sorgum memiliki kandungan protein sebanyak 10-11 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan protein beras giling (6-7 persen), dan hanya sedikit di bawah gandum (12 persen).

Untuk menarik minat masyarakat terhadap produk makanan olahan berbahan dasar sorgum, Rita mengungkapkan BPOM terbuka terhadap pelaku usaha makanan olahan untuk membuat makanan olahannya ke dalam berbagai jenis bentuk.

"Sagu itu sudah jadi produk mi instan sekarang, karena masyarakat suka mi instan. Maka dari itu BPOMapprovebentuk lain seperticakedan mi supaya banyak pilihan dan ada izin edarnya, artinya produk bisa digunakan. Tapi sorgum? belum ada. Dengan kandungannya yang baik, protein tinggi, karbohidrat yang lebih rendah daripada padi, tentu ini menjadi hal penting untuk dikembangkan," tutur Rita Endang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.