Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Harus Lakukan Intervensi Cegah Kelaparan

📅 Selasa, 31 Okt 2023, 00:58 WIB | Oleh:
Pemerintah Harus Lakukan Intervensi Cegah Kelaparan Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah harus melakukan intervensi untuk mencegah kelaparan dan busung lapar dalam kondisi inflasi dan rawan pangan seperti saat ini. Untuk itu, dana taktis yang ada bisa digunakan untuk menstabilkan harga yang sekarang sedang merangkak.

"Pemerintah memang harus melakukan intervensi supaya tidak timbul kelaparan dan busung lapar," kata pakar pertanian dari UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya, Zainal Abidin, kepada Koran Jakarta, Senin (30/10).

Zainal mengatakan intervensi itu salah satunya bisa dengan menggelar pasar murah. Pada satu sisi, dengan intervensi kepentingan produsen soal keuntungan layak terpenuhi, dan di sisi lain, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya atas pangan dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, tambah Zainal, Bulog perlu mengeluarkan cadangan pangannya agar harga stabil, karena mengatur kecukupan supply ini memang tugas Bulog. Tapi, jangan sampai pemenuhan ini berasal dari impor.

"Oleh karena itu, agar ke depan tidak terjadi seperti ini, lumbung pangan di desa, kecamatan, dan kabupaten harus dijaga ketersediannya. Jangan saat panen semua diangkut ke kota, lalu saat krisis harus diangkut lagi ke desa. Stok pangan harus dijaga keberadaannya di sekitar konsumen," kata Zainal.

Zainal mengatakan ini merespons apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan pemerintah daerah (pemda) jangan ragu-ragu untuk menggunakan anggaran tak terduga dalam rangka mengintervensi inflasi seiring dengan meningkatnya harga beras.

Payung Hukum

Saat memberikan arahan kepada kepala daerah se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin, Jokowi menekankan anggaran tak terduga bisa digunakan karena hal tersebut diatur melalui payung hukum.

"Saya menanyakan itu ada payung hukumnya jangan ragu menggunakan anggaran tak terduga. Apabila yang namanya inflasi itu naik, apabila ada harga-harga naik, (maka) segera grojok (sediakan) pasokannya," kata Jokowi.

Dia menambahkan harga rata-rata beras secara nasional naik sebesar 19,8 persen dibandingkan tahun 2022 dan naik 2,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Jokowi pun mewanti-wanti kepala daerah untuk memiliki kemampuan guna mengintervensi kebijakan, supaya inflasi akibat naiknya bahan pangan dapat dikendalikan.

Menurut Jokowi, inflasi sebesar 1,1 persen hingga 3,5 persen di tingkat provinsi masih terkendali. Kemudian, inflasi di tingkat kabupaten sebesar 1,1 persen sampai 5,2 persen dan di tingkat kota 1,1 persen-4,2 persen juga masih bisa dikendalikan.

Dia meminta jika inflasi sudah mendekati batas atas, pemda harus segera mencari solusi, seperti memastikan stok di pasar hingga meninjau tempat produksi bila ditemukan komoditas langka di pasaran.

"Kadang hanya supply dan demand. Demand-nya tetap, supply-nya enggak ada. Carikan dong, langsung ke tempat produksinya. Bawang merah, misalnya, (kalau harganya) naik cari langsung ke Brebes, misalnya," jelas Jokowi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.