Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Melemah, Pasar ‘Wait and See’ Beragam Data Ekonomi

📅 Senin, 30 Okt 2023, 09:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Melemah, Pasar ‘Wait and See’ Beragam Data Ekonomi Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Karyawan mengambil gambar menggunakan ponselnya di layar yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/10) pagi melemah seiring pasar masih mencermati(wait and see)berbagai data ekonomi dalam negeri yang akan dilaporkan pada pekan ini

IHSG dibuka melemah 1,45 poin poin atau 0,02 persen ke posisi 6.757,34 Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,10 poin atau 0,01 persen ke posisi 892,81.

"IHSG berpeluang bergerak sideways pada awal pekan ini," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (30/10).

Dari dalam negeri, pada pekan ini akan dibanjiri data ekonomi serta agenda penting, diantaranya hari ini, Senin (30/10), Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Rapat Dewan Komisioner (RDK) edisi Oktober 2023.

Kemudian, akan terdapat rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur dalam negeri, data tenaga kerja, serta data inflasi pada Rabu (01/11).

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan inflasi Oktober 2023, yang secara historis, inflasi biasanya naik pada Oktober setelah melandai pada September. Rata-rata inflasi month to month (mtm) pada Oktober 2018- 2022 mencapai 0,08 persen, sedangkan, Inflasi secara tahunan diproyeksikan akan melandai.

Selain itu, fokus pelaku pasar juga tertuju pada laporan keuangan perusahaan-perusahaan periode kuartal III-2023.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada akhir pekan lalu di tengah kekhawatiran resesi.

Permintaan dari sektor manufaktur AS juga tumbuh kencang 4,7 persen pada September 2023, dari kontraksi 0,1 persen pada Agustus 2023. Klaim pengangguran tercatat naik 10.000 menjadi 210.000 pada pekan yang berakhir 21 Oktober 2023.

Dari Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga pada level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir pada rapat Oktober, perubahan signifikan dari kenaikan suku bunga berturut-turut selama 15 bulan dan mencerminkan sikap"wait and see"yang lebih hati-hati.

Indikator Iklim Konsumen GfK, Jerman diperkirakan turun selama tiga bulan berturut-turut menjadi -28,1 pada November 2023, terendah dalam tujuh bulan, melebihi perkiraan -26,6.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei melemah 277,69 poin atau 0,90 persen ke 30.714,00, indeks Hang Seng melemah 37,45 poin atau 0,22 persen ke 17.361,27, indeks Shanghai melemah 7,66 poin atau 0,25 persen ke 3.010,12, dan indeks Straits Times melemah 1,37 poin atau 0,04 persen ke 3.060,48.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.