Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terapi Masa Depan, Hasil Samping Sel Punca Bisa Jadi Kurir Senyawa Obat

📅 Sabtu, 28 Okt 2023, 11:07 WIB | Oleh: Tim Penulis

Di laman database uji klinik National Institutes of Health (NIH) kini terdapat 166 dokumen terkait proses uji klinis pemanfaatan vesikel ekstraseluler untuk berbagai penyakit.

Salah satu uji klinis menunjukkan bahwa vesikel ekstraseluler dapat dimodifikasi dan diinjeksi bersama dengan senyawa obat kanker, sehingga vesikel tersebut mampu berperan sebagai "kurir pembawa senyawa obat" untuk menuju target sel kanker.

Selanjutnya, senyawa obat yang telah dibawa oleh "kurir" dirilis ke dalam sel target atau sel kanker (Gambar 1). Hal ini menyebabkan sel kanker mati tanpa mengganggu sel sehat di sekitarnya, dan kandidat terapi berbasis vesikel ekstraseluler dapat berjalan dengan baik.

Penemuan menarik juga menunjukkan bahwa vesikel ekstraseluler mampu menembus salah satu dinding paling selektif yakni dinding otak yang terdapat di sistem saraf pusat. Ukuran vesikel ekstraseluler yang sangat kecil memungkinkannya untuk menembus dinding tersebut.

Hal itu menunjukkan bahwa pengembangan vesikel ekstraseluler amat menjanjikan sebagai agen terapi penyakit-penyakit sistem saraf pusat. Misalnya, alzheimer dan parkinson.

Selain itu, vesikel ekstraseluler juga diketahui memiliki potensi tinggi pada terapi diabetes melitus (DM). Injeksi vesikel ekstraseluler pada hewan model diabetes menunjukkan bahwa vesikel tersebut mampu mempercepat proses penyembuhan luka diabetes melalui peningkatan mekanisme anti-inflamasi.

Oleh karena itu, vesikel ekstraseluler diproyeksikan mampu untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai agen terapi bebas sel untuk berbagai penyakit di masa depan. Selain itu, efek samping dari terapi ini sangat rendah.

Salah satu uji klinis fase I pada pasien yang sedang berjalan dipimpin oleh Brandon Smaglo dari M.D. Anderson Cancer Center, Amerika Serikat (NCT03608631). Tim ini menggunakan vesikel ekstraseluler untuk terapi melawan kanker pankreas.

Tantangan ke depan

Vesikel ekstraseluler sebagai "kantong" berukuran nano yang dikeluarkan oleh sel diketahui memiliki berbagai kelebihan, yakni mampu menembus membran selektif, mampu berperan sebagai "agen pembawa obat" hingga diketahui memiliki efek samping yang rendah.

Namun, pengembangan vesikel ekstraseluler sebagai agen terapi memiliki beberapa tantangan. Tantangan terbesar berkaitan dengan metode teknis pada proses pengembangan vesikel ekstraseluler tersebut. Misalnya, perlu standar protokol produksi vesikel ekstraseluler hingga standar teknis terkait proses isolasinya.

Proses produksi vesikel ekstraseluler sejauh ini belum efisien karena membutuhkan tempat dan media kultur sel dalam jumlah yang besar. Sebab, pembuatan vesikel ekstraseluler dengan jumlah yang cukup, memerlukan kultur sel dalam jumlah banyak.

Proses kultur sel dalam jumlah besar juga meningkatkan risiko kontaminasi, sehingga standar produksi vesikel ekstraseluler perlu diperketat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.