Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terapi Masa Depan, Hasil Samping Sel Punca Bisa Jadi Kurir Senyawa Obat

📅 Sabtu, 28 Okt 2023, 11:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terapi Masa Depan, Hasil Samping Sel Punca Bisa Jadi Kurir Senyawa Obat Doc: The Conversation/Shutterstock/Jason Drees
Ket. Vesikel ekstraseluler, hasil samping dari sel punca sebagai inovasi terapi bebas sel.

Arif Nur Muhammad Ansori, Universitas Airlangga dan Yulanda Antonius, Universitas Surabaya

Apakah kamu pernah berpikir bagaimana ekor cicak dapat tumbuh kembali setelah terputus?

Cicak, termasuk dalam kelas reptilia, adalah hewan yang mampu menumbuhkan kembali ekornya yang telah putus. Hal ini diperoleh karena adanya peranan gen-gen tertentu yang dapat mempercepat regenerasinya. Kemampuan khusus ini hampir tidak dimiliki oleh hewan pada golongan kelas lainnya.

Seperti itulah analogi untuk menjelaskan sel punca atau stem cells yang sangat menjanjikan sebagai terapi berbagai macam penyakit degeneratif, seperti diabetes melitus dan parkinson.

Sel punca dikenal sebagai jenis sel yang memiliki potensi besar di bidang kedokteran. Secara umum, sel punca memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel yang baru.

Hasil samping dari sel punca untuk kesehatan

Berdasarkan asalnya, sel punca dapat dikelompokkan menjadi sel punca embrionik, sel punca pluripotensi terinduksi, dan sel punca dewasa.

Sel punca embrionik merupakan sel punca yang didapatkan dari sel-sel embrio. Sedangkan, sel punca pluripotensi terinduksi dan sel punca dewasa merupakan sel yang didapatkan dari sel-sel tubuh dewasa, seperti sel kulit, sel otot, sel lemak, dan sel tubuh yang lainnya.

Selain sel, produk turunan dari kultur atau pembiakan sel punca yakni vesikel ekstraseluler juga merupakan salah satu inovasi yang daoat dimanfaatkan untuk terapi. Vesikel ekstraseluler merupakan "kantong" kecil dengan rentang ukuran 30 hingga 1000 nanometer yang dikeluarkan oleh sel dan terbentuk melalui proses pembelahan dari membran sel.

"Kantong" tersebut secara umum berperan sebagai kurir atau pembawa dalam proses komunikasi antarsel. Vesikel ekstraseluler membawa komponen bioaktif dari sel asal sehingga dapat memengaruhi sel target.

Secara umum, vesikel ekstraseluler tersebut banyak ditemukan dalam media kultur pertumbuhan sel punca.

Terapi bebas sel berbasis vesikel ekstraseluler

Jumlah vesikel ekstraseluler yang dikeluarkan oleh sel sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Perlakuan terhadap sel merupakan salah satu faktor utama yang dapat memberikan dampak pada vesikel ekstraseluler.

Salah satu contohnya, penambahan glukosa dengan kadar tertentu pada kultur sel akan memengaruhi tinggi rendahnya jumlah vesikel ekstraseluler yang dikeluarkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.