Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Khawatir Tragedi Itaewon Terjadi di Jepang, Shibuya Larang Alkohol di Perayaan Halloween

📅 Sabtu, 28 Okt 2023, 10:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Khawatir Tragedi Itaewon Terjadi di Jepang, Shibuya Larang Alkohol di Perayaan Halloween Doc: AFP/Philip FONG
Ket. Orang-orang menunggu di depan papan bertuliskan "Tidak ada acara Halloween di jalan Shibuya" di salah satu persimpangan tersibuk di dunia.

TOKYO - Larangan alkohol mulai berlaku di sekitar tempat wisata Shibuya di Tokyo pada Jumat (27/10) dalam upaya mencegah perayaan Halloween yang riuh, setahun setelah insiden mematikan di Itaewon, Korea Selatan.

Hampir 160 orang tewas terinjak-injak di sebuah gang sempit di Seoul pada 29 Oktober tahun lalu saat perayaan Halloween yang dihadiri puluhan ribu orang di lingkungan Itaewon.

Di Tokyo, puluhan ribu orang, baik warga Jepang maupun asing, memadati jalan-jalan sempit di sekitar Shibuya dalam beberapa tahun terakhir, banyak di antaranya mengenakan kostum zombie yang siap ditampilkan di Instagram.

Kerumunan orang memperlambat upaya layanan darurat untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan.

"Kami sangat khawatir kecelakaan serupa dengan kasus fatal di Itaewon di Seoul pada Oktober lalu dapat terjadi kapan saja," kata Wali Kota Shibuya, Ken Hasebe, bulan ini.

Menjelang akhir pekan ini, sebuah video yang dirilis pihak berwenang dalam bahasa Jepang dan Inggris juga berfokus pada gangguan yang ditimbulkan terhadap penduduk setempat seperti vandalisme, sampah, dan kebisingan.

"Malam Halloween ini semua orang harus menjauh dari Shibuya. Beberapa orang tinggal di Shibuya," bunyi pesan video tersebut.

"Kekerasan. Mabuk di jalan. Merokok di jalan. Pelanggaran lalu lintas. Anda tidak dapat memilih bagaimana tindakan Anda akan berdampak pada orang lain."

Baliho telah dipasang dan patung terkenal Hachiko, anjing ikon populer di luar Stasiun Shibuya, juga akan ditutup smentara dengan pagar.

Beberapa warga menyambut baik pembatasan tersebut.

"Saya pikir ini adalah keputusan yang adil karena menurut saya perayaan ini semakin berlebihan dalam beberapa tahun terakhir," kata Ryosuke Yamazaki (35).

"Jika keadaan ini menjadi lebih buruk dari sebelumnya, mungkin akan terjadi bencana atau bahkan hal serupa terjadi di Korea Selatan," katanya kepada AFP.

Kosuke Kimura (21) menyebut pembatasan tersebut "sepenuhnya tepat".

Namun turis Amerika Laura Williamee, 35, mengatakan hal itu "sangat mengecewakan".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.