Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN: Indonesia Jadi Pusat Keanekaragaman Sukun Dunia

📅 Kamis, 26 Okt 2023, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN: Indonesia Jadi Pusat Keanekaragaman Sukun Dunia Doc: Antara/Istimewa
Ket. Sukun.

JAKARTA - Indonesia menjadi pusat keanekaragaman sukun dunia, di mana Kepulauan Pasifik merupakan pusat asal tanaman itu serta kelompok spesiesnya diperkirakan tumbuh secara alami di Maluku, Papua Nugini, dan Filipina.

"Sukun yang masuk ke Pulau Jawa berasal dari Maluku sekitar tahun 1820 dan telah menyebar serta tumbuh dengan baik di hampir seluruh daerah tropis di seluruh dunia," ujar peneliti Hortikultura dan Perkebunan BRIN, Marietje Pasireron dalam webinar bertajuk "Pengelolaan Sukun Sebagai Bahan Pangan Pokok Alternatif dan Substitusi Impor" yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Asal usul penyebaran sukun berasal dari Pasifik Barat, Papua Nugini, pulau-pulau terdekat di Kepulauan Bismark dan membentuk pusat keanekaragaman spesies. Pusat keragaman jenis sukun tidak berbiji terdapat lebih ke arah timur Polynesia.

Marietje menuturkan penyebaran tanaman sukun sangat luas, seperti di daerah Pasifik (Fiji, Samoa, Hawai) yang kemudian menyebar dan berkembangan di daerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Amerika Selatan, dan Afrika Barat.

Sukun telah menjadi sumber karbohidrat di Oceania selama ribuan tahun dan terdapat ratusan kultivar. Sukun telah digunakan sebagai makanan pokok di Fiji dan Kepulauan Pasifik.

Keanekaragaman paling besar, kata dia, terdapat pada kultivar dari Malanesia dan Micronesia yang merupakan diploid fertile dan menyerbuk silang.

"Pada abad ke 18 sukun dikembangkan di Malaysia dan selanjutnya berkembang di Indonesia," kata Marietje.

Sukun memiliki wilayah distribusi yang luas dan tumbuh lebih dari 90 negara dengan berbagai nama daerah yaitu sukun di Indonesia,kaplakdi Papua Nugini,breadfruitdi Inggris,bakri-chajardi India, rimas di Filipina,kulordi Malaysia, danpanapendi Spanyol.

Di Indonesia sukun tumbuh di Sumatra, Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, hingga Sulawesi.

Varietas yang telah dilepas di Indonesia, antara lainsukun manis dari Cilacap, sukun bangsyamlan dari Nusa Tenggara Barat, sukun duri dari Kepulauan Seribu, sukun padaidi dan toddopuli dari Bone, sukun iriana dari Papua, dan sukuntengah-tengahdari Maluku.

Lebih lanjut Marietje menyampaikan konsumsi beras meningkat dari tahun ke tahun dan juga harga beras meningkat karena pertambahan jumlah penduduk. Oleh karena itu, perlu diversifikasi sumber pangan yang sangat diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Program strategis nasional menargetkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjutnya, penting untuk mengembangkan diversifikasi pangan melalui sistem pertanian berkelanjutan.

"Sukun merupakan salah satu tanaman buah potensial di Indonesia yang tinggi karbohidrat dan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti beras. Selain itu, kandungan nutrisi seperti vitamin, mineral, serat dan daunnya juga sangat baik untuk kesehatan," kataMarietje.

Hasil analisis kimia tepung sukun dari 14 populasi sukun lokal asal Sleman, Gunung Kidul, Banten, Sukabumi, Cilacap, Kediri, Banyuwangi, Madura, Bali, Mataram, Lampung, Bone, Sorong, dan Manokwari.

Di Gunung Kidul menunjukkan rata-rata kandungan karbohidrat sebanyak 70,44 persen, protein 6,59 persen, lemak 1,29 persen, serat 6,55 persen.

Isi fenolik total berada di kulit batang sebesar 4,79 persen, kulit cabang 4,25 persen, daun 4,89 persen, dan buah 2,01 persen. Selain itu ditemukan bahwa dalam kulit batang dan cabang, daun dan buah-bahan positif mengandung senyawa saponin.

Pada 2022 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka produksi buah sukun di Indonesia mencapai 165.032 ton. Daerah penghasil sukun terbanyak adalah Jawa Tengah dengan angka produksi mencapai 35.188 ton.

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari mengatakan beberapa varietas sukun tercatat memiliki variasi morfologi baik dari segi daging maupun sifat agronomis tertentu.

Sejumlah publikasi menyebutkan sukun memiliki variasi keragaman nutrisi, sehingga sangat berpotensi sebagai pangan alternatif untuk membantu kecukupan pemenuhan nutrisi pangan masyarakat.

"Konservasi dari keanekaragaman sukun ini penting dilakukan demi mempertahankan variasi khususnya varietas lokal yang sangat berpotensi sebagai pangan alternatif," kata Puji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.