Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penggilingan Padi Harus Tingkatkan Kualitas Beras

📅 Rabu, 25 Okt 2023, 10:27 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Penggilingan Padi Harus Tingkatkan Kualitas Beras Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah mendorong penggilingan padi di Tanah Air meningkatkan kualitas beras yang dihasilkan. Tujuannya agar beras yang dihasilkan bisa diterima pasar dan dikonsumsi oleh pelanggan.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam sambutannya secara virtual pada acara Rapat Kerja Nasional Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), Selasa (24/10).

Menko Airlangga mengungkapkan selama 50 tahun terakhir industri penggilingan padi masih menghadapi sejumlah tantangan seperti tingginya kehilangan hasil padi pada tahap pengeringan dan penggilingan.

"Tantangan lainnya, rendemen giling yang sulit ditingkatkan, dan kualitas beras yang dihasilkan tidak optimal karena banyak beras patah, serta harga pokok produksi beras relatif tinggi khususnya untuk beras dengan kualitas yang lebih baik," ungkap Airlangga.

Menko Airlangga menambahkan pemerintah terus fokus pada revitalisasi dan restrukturisasi penggilingan padi dengan mendorong penggilingan padi untuk melakukan revitalisasi sarana prasarana produksi, sehingga kualitas gabah dan beras yang dihasilkan dapat meningkat. Berbagai dukungan program dan kebijakan juga disediakan baik melalui Kredit Usaha Rakyat, bantuan sarana prasarana dan juga KUR Alsintan.

"Saya berharap semua pihak untuk terus meningkatkan produktivitas, memaksimalkan peran dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, ketersediaan pangan. Semoga Rakernas ini menghasilkan pemikiran dan terobosan terhadap kebutuhan pangan dan semoga Indonesia diberkahi oleh masa depan yang lebih baik," ungkapnya.

Menko Airlangga menjelaskan, saat ini dunia sedang menghadapi tantangan El Nino, yang diprediksi oleh BMKG masih akan terjadi sampai dengan Februari 2024. El Nino menyebabkan peningkatan suhu dan kekeringan, serta berpotensi menurunkan produksi komoditas pertanian.

Lebih jauh, BPS memperkirakan terjadi penurunan total luas panen padi sebesar 2,45 persen dari 10,45 juta ha pada 2022 menjadi 10,20 juta ha pada 2023. Hal ini akan berdampak langsung pada penurunan total produksi gabah kering giling (GKG) dan produksi beras.

Selain itu, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani per September 2023 tercatat mengalami kenaikan sebesar 11,69 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Harga gabah kering giling (GKG) September 2023 pun tercatat naik sebesar 9,18 persen. Dampaknya, harga beras premium dan beras medium di tingkat penggilingan pun naik masing-masing 9,75 persen dan 10,55 persen.

"Penggilingan padi punya peran strategis terutama untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen," tutur Menko Airlangga.

Ekosistem Pangan

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)/ Plt Menteri Pertanian (Mentan), Arief Prasetyo Adi, mendorong para pemangku kepentingan atau stakeholder pertanian bersinergi membentuk ekosistem pangan dengan menghubungkan end to end. Langkah tersebut dimaksudkan untuk memperkuat stok dan menstabilkan harga di pasar.

"Hari ini kondisinya di hulu, petani padi happy dengan harga gabah yang lebih baik. Lalu, di hilir telah banyak program-program pemerintah sebagai intervensi untuk harga beras di pasar. Sekarang, tinggal bagaimana menaruh perhatian pada sedulur penggilingan padi," jelas Arief dalam pembukaan Business Meeting di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (DPP PERPADI) di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (23/10).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.