Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meski tak Ilmiah, ‘Love Language’ Bisa Membantu Memahami Pasangan

📅 Senin, 23 Okt 2023, 10:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Meski tak Ilmiah, ‘Love Language’ Bisa Membantu Memahami Pasangan Doc: The Conversation/Shutterstock/NDAB Creativity
Ket. Apa bahasa cintamu?

Martin Graff, University of South Wales

Jika kamu pernah membuka-buka halaman majalah gaya hidup wanita, kemungkinan besar kamu pernah menemukan kuis yang menjanjikan untuk menjawab pertanyaan "apa love language-mu?" yang intinya menanyakan bagaimana kita mengungkapkan rasa sayang.

Atau jika media sosial lebih kamu sukai, ada banyak sekali unggahan, meme, GIF, dan TikTok yang membawa konsep love language ke dalam tren.

Teori ini berasal dari sebuah buku berjudul The Five Love Languages, yang diterbitkan pada 1992 dan ditulis oleh penulis dan pendeta Amerika Serikat (AS), Gary Chapman. Chapman mulai memperhatikan tren pada pasangan yang ia bimbing, dan merasa bahwa mereka salah memahami kebutuhan satu sama lain.

Lima love language yang kemudian dia usulkan adalah words of affirmation (kata-kata afirmasi), quality time (menghabiskan waktu bersama), physical touch (sentuhan fisik), acts of service (tindakan melayani), dan receiving gifts (menerima hadiah). Preferensi untuk mengekspresikan dan menerima cinta dengan salah satu cara dibandingkan yang lain akan menjadi indikasi love language utama seseorang.

Jadi, apa yang dapat kita simpulkan dari teori love language? Adakah bukti di baliknya? Mari kita lihat.

Dasar ilmiahnya lemah

Semua orang menggunakan kata "cinta", tetapi dalam banyak hal, cinta romantis tidak memiliki definisi yang tepat. Cinta adalah sebuah konstruksi yang agak samar, terdiri dari berbagai komponen yang berbeda yang ditampilkan dan dialami dengan berbagai cara.

Meskipun model love language semakin populer, model ini dikembangkan berdasarkan pengamatan, bukan penelitian yang ketat. Dan hanya ada sedikit bukti ilmiah yang dipublikasikan hingga saat ini, untuk mendukung gagasan bahwa orang pada umumnya lebih suka mengekspresikan dan menerima cinta dengan salah satu dari lima cara ini, atau mengeksplorasi bagaimana love language ini memengaruhi hubungan.

Demikian pula, "kuis" apapun yang digunakan untuk menentukan love language seseorang tidak memiliki integritas sebagai tes yang valid secara ilmiah.

Meskipun begitu, tampaknya orang-orang memiliki ketertarikan untuk mengidentifikasi love language mereka sendiri dan orang lain.

'Love language' dan kecocokan pasangan

Kecocokan dalam sebuah hubungan itu penting. Pasangan yang memiliki kesamaan, dan bukannya berlawanan, cenderung lebih tertarik satu sama lain, dan memiliki hubungan yang lebih langgeng.

Chapman menyampaikan bahwa ketika pasangan memiliki love language yang berbeda, hal itu dapat menyebabkan kesalahpahaman. Contohnya adalah jika salah satu pasangan suka berpegangan tangan (physical touch) dan pasangannya tidak, atau jika salah satu pasangan suka menerima pujian (words of affirmation) dan pasangannya tidak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.