Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Kewaspadaan, BRIN Ingatkan Cacar Monyet Berisiko Sebabkan Kematian Penderita

📅 Kamis, 19 Okt 2023, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Kewaspadaan, BRIN Ingatkan Cacar Monyet Berisiko Sebabkan Kematian Penderita Doc: ANTARA/Umarul Faruq
Ket. Arsip foto - Penumpang pesawat melintasi alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) saat tiba di terminal 2 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (17/5/2019). Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas 1 Surabaya wilayah kerja bandara Juanda meningkatkan kewaspadaan dengan memasang alat pendeteksi suhu tubuh untuk mengantisipasi masuknya virus cacar monyet (Monkeypox) ke wilayah Indonesia.

Jakarta - Tingkatkan kewaspadaan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan cacar monyet (monkeypox) dapat menyebabkan risiko kematian pada penderita hingga 10 persen.

Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis BRIN Harimat Hendarwan menyampaikan risiko kematian yang akan dihadapi oleh penderita yang terinfeksi yakni sebesar 0,1-10 persen.

"Karena kalau dari saya liat referensi itu 0,1-10 persen fatality rate(tingkat kematian)," ujar dia saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan kelompok yang rentan mengalami gejala serius akibat penyakit tersebut yakni anak-anak, ibu hamil, serta orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Ia mengatakan masa inkubasi yang akan dilewati penderita sebelum mengalami gejala infeksi yakni selama 1-21 hari dengan gejala yang akan muncul, yaitu ruam pada kulit, demam, nyeri otot, nyeri menelan, serta pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Ia menyampaikan tidak ada perlakuan khusus dalam mengobati penyakit ini, metode pengobatan yang dilakukan berupa bantuan untuk memperkuat daya tahan tubuh serta meredakan nyeri akibat infeksi.

"Kalau secara umum pengobatannya biasanya untuk 'pain'-nya (nyeri) saja dan juga supporting(memperkuat) daya tahan tubuh," katanya

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengkonfirmasi kasus cacar monyet di DKI Jakarta yang dilaporkan pada 14 Oktober lalu. Penyebab penyakit tersebut, akibat infeksi virus anggota genusOrthopoxvirus, serta familipoxviridae.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sepekan Pascagempa, Tim PU Sisir Puluhan Titik Kerusakan di Flores
    Preview komentar:
    Berapa WA tiktok shop? Nomor WhatsApp resmi TikTok shop ...
    Berapa WA tiktok shop? Nomor WhatsApp resmi TikTok shop ...
  • RI Pacu Pembangunan PLTS 30 GW Nasional
    Preview komentar:
    Bagaimana menghubungi WA Neo bank? Ini dia, Untuk menghubungi ...
    Bagaimana menghubungi WA Neo bank? Ini dia, Untuk menghubungi ...
  • Tangerang Menjadi Contoh Keteladanan Nasional Soal Pemeriksaan TBC
    Preview komentar:
    Bagaimana menghubungi WA Neo bank? Ini dia, Untuk menghubungi ...
    Bagaimana menghubungi WA Neo bank? Ini dia, Untuk menghubungi ...
Daerah
Korban KLM Pantes Bertambah...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.