Pos Indonesia Kebut Penyaluran Bansos Sembako dan PKH di Aceh
📅 Senin, 16 Okt 2023, 17:32 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas"Tantangan berikutnya kami harus bisa menyalurkan tepat waktu dan jumlah di area tertentu karena ada beberapa wilayah di area kepulauan," kata Nur.
Dengan segala upaya maksimal yang telah dilakukan Pos Indonesia, Nur berharap pemerintah akan terus mempercayakan distribusi berbagai bantuan melalui Pos Indonesia.
Pihaknya berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di tengah situasi seperti ini. PT Pos hadir untuk masyarakat. "Ke depan, pemerintah semoga bisa memberikan kesempatan kembali kepada PT Pos untuk menyalurkan bantuan program pemerintah," katanya.
Harapan sama juga disampaikan Munajar, petugas juru bayar dari Kantorpos KCU Banda Aceh. Harapannya, pemerintah pusat kalau bisa selamanya bantuan disalurkan melalui PT Pos karena kami siap menyalurkan. Kami siap menyalurkan bantuan kepada KPM baik bantuan uang tunai maupun beras, pangan, dan bantuan lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Alhamdulillah pemerintah percaya kepada PT Pos untuk menyalurkan bantuan," kata Munajar.
KPM Terbantu Dengan Metode Penyaluran Bansos Door to Door Seperti kesuksesan penyaluran Bansos sebelumnya, Pos Indonesia menerapkan tiga metode penyaluran bansos, yaitu dibagikan di Kantorpos, komunitas, dan diantarkan langsung ke rumah KPM (door to door) bagi lansia, disabilitas, maupun yang sedang sakit.
Pada penyaluran bansos di Aceh, petugas juru bayar door to door ke rumah sejumlah KPM. Pengambilan uang bantuan mudah. "Sekarang makin mudah karena bantuan diantar ke rumah, saya tidak perlu keluar rumah," kata Fatimah, KPM yang menerima bantuan di rumahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bansos dari Kementerian Sosial ini cukup membantu perekonomian Fatimah dan keluarga. Sehari-hari Fatimah hanya berjualan makanan siap saji. Penghasilannya tidak menentu.
Sang suami pun hanya bekerja sebagai buruh harian, beranak satu, dan masih memerlukan banyak biaya karena sanga anak baru saja masuk perguruan tinggi pada tahun ini.
"Anak saya satu, baru masuk kuliah tahun ini. Saya terima uang bansos Rp400 ribu, untuk beli beras dan keperluan dapur lainnya," kata Fatimah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!