Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerak Cepat, BUMD Trenggalek Kirim Bantuan Air Bersih ke Desa Terdampak Kekeringan

📅 Senin, 16 Okt 2023, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, BUMD Trenggalek Kirim Bantuan Air Bersih ke Desa Terdampak Kekeringan Doc: ANTARA/HO - BPBD Trenggalek
Ket. Dok foto - Petugas menyalurkan bantuan air bersih di salah satu desa terdampak kekeringan di Trenggalek, Rabu (11/10/2023).

Trenggalek - Gerak cepat, sejumlah perusahaan berstatus badan usaha milik daerah (BUMD) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mulai mengirimkan bantuan air bersih ke desa-desa terdampak bencana kekeringan.

"Kami optimalkan penanggulangan dampak bencana kekeringan tahun ini dengan menggalang bantuan bersumber CSR(dana tanggung jawab sosial perusahaan) dari masing-masing perusahaan,' kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin di Trenggalek, Minggu.

Skema awal, lanjut Mas Ipin (panggilan Bupati Nur Arifin), dialokasikan 19 tangki truk berisi air bersih yang akan didistribusikan.

"Kita kolaborasi, tidak hanya dari APBD tapi juga dari privat sektor," katanya.

Bantuan yang bersumber dari tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR itu bakal didistribusikan di desa-desa di Kecamatan Trenggalek, Watulimo, Dongko, Kampak, Pule, Suruh dan Tugu.

Mas Ipin mengapresiasi kepedulian perusahaan untuk membantu warga yang saat ini mengalami Krisis air bersih dampak kemarau panjang.

"Ini contoh pengusaha-pengusaha, CEO-CEO yang baik hati. Mereka juga memberikan CSR-nya berupa air bersih," imbuhnya.

Merujuk laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, hingga saat ini sebanyak 163 tangki berisi 4.000-6.000 liter air bersih telah disalurkan.

Saat ini kekeringan meluas hingga 17 desa di 10 kecamatan. Selain langkah jangka pendek distribusi air bersih, pemerintah berencana membuat sumur bor di 66 titik.

"Jangka menengahnya kita sudah siapkan anggaran untuk sumur bor dan beberapa sambungan pipa air bersih juga kita upayakan," katanya.

Untuk diketahui, kekeringan di Trenggalek mengalami perluasan. Per 3 Oktober, 11 desa atau kelurahan di tujuh kecamatan mengalami kekeringan. Namun saat ini kekeringan bertambah enam desa dan tiga kecamatan.

Kekeringan itu diperkirakan terus meluas merujuk prakiraan musim hujan yang turun pada November - Desember.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

44 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.