Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Acta Diurna', Surat Kabar Pertama di Dunia

📅 Senin, 16 Okt 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Surat kabar awal ini mengikuti salah satu dari dua format utama. Yang pertama adalah corantos gaya Belanda, kertas dua sampai empat halaman yang dikemas padat, sedangkan yang kedua adalah pamflet gaya Jerman, kertas yang lebih luas setebal 8 sampai 24 halaman.

Pada awalnya banyak penerbit mulai mencetak dalam format Belanda. Namun seiring meningkatnya popularitas mereka, mereka beralih ke gaya Jerman yang lebih besar. Gaya ini dinilai lebih mampu memberi banyak informasi.

Karena banyak dari publikasi awal ini diatur oleh pemerintah, mereka tidak memberitakan berita atau peristiwa lokal. Namun, ketika perang saudara meletus di Inggris pada 1641, ketika Oliver Cromwell dan Parlemen mengancam dan akhirnya menggulingkan Raja Charles I, warga beralih ke surat kabar lokal untuk meliput peristiwa-peristiwa besar ini.

Pada November 1641, surat kabar mingguan berjudul The Heads of Somel Proceedings in This Present Parliament mulai berfokus pada berita domestik. Surat kabar ini memicu diskusi tentang kebebasan pers yang kemudian diartikulasikan pada tahun 1644 oleh John Milton dalam risalah terkenalnya Areopagitica.

Meskipun Areopagitica fokus utamanya pada larangan parlemen terhadap buku-buku tertentu, Areopagitica juga membahas surat kabar. Milton lebih menekankan pada teks dibandingkan surat kabar, dan risalah tersebut mempunyai pengaruh yang besar terhadap peraturan percetakan. Di Inggris, surat kabar dibebaskan dari kendali pemerintah, dan masyarakat mulai memahami kekuatan pers yang bebas.

Surat kabar memanfaatkan kebebasan baru ini dan mulai menerbitkan lebih sering. Dengan publikasi dua mingguan, surat kabar memiliki ruang tambahan untuk memuat iklan dan laporan pasar. Hal ini mengubah peran jurnalis dari sekedar pengamat menjadi pemain aktif dalam perdagangan, seiring dengan semakin bergantungnya pemilik bisnis dan investor pada surat kabar untuk memasarkan produk mereka dan membantu mereka memprediksi perkembangan bisnis.

Ketika penerbit menyadari semakin populernya dan potensi keuntungan surat kabar, mereka mendirikan penerbitan harian. Pada tahun 1650, sebuah penerbit Jerman mulai mencetak surat kabar harian tertua di dunia yang masih ada, Einkommende Zeitung, dan penerbit Inggris mengikutinya pada tahun 1702 dengan Daily Courant di London. Publikasi harian seperti itu, yang menggunakan format judul dan hiasan ilustrasi yang relatif baru, mengubah surat kabar menjadi perlengkapan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

28 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.