Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TransJakarta Prioritaskan Bus Listrik Layani Non BRT

📅 Minggu, 15 Okt 2023, 22:07 WIB | Oleh:
TransJakarta Prioritaskan Bus Listrik Layani Non BRT Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Penumpang naik ke dalam bus listrik di Jakarta, Senin (20/2/2023).

JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) hingga saat ini masih memprioritaskan bus listrik untuk melayani di jalur non bus rapid transit (non BRT) atau non koridor.

"Karena teknologinya, seperti stasiun pengisian baterai (charging station), saat ini sudah tersedia banyak di pasaran, " kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama TransJakarta Mohamad Indrayana dalam diskusi Solusi Polusi Udara Kota di Jakarta, Minggu.

Indrayana menjelaskan untuk bus bertenaga listrik membutuhkan pengisian daya semalaman (overnight charging) atau bisa ditambah pengisian lagi saat angkutan tidak terlalu padat penumpang.

Adapun kedua fasilitas pengisian daya ini ditempatkan di depo, terminal, maupun beberapa lokasi lain sesuai ketentuan.

Maka dari itu, pihaknya memprioritaskan non BRT karena fasilitasnya sudah tersedia untuk mendukung strategi TransJakarta menyediakan bus bertenaga listrik untuk masa mendatang.

"Kita juga masih mengikuti studi untuk yang koridor (BRT), saat ini BRT yang layak 'overnight charging' hanya koridor satu dan 13," katanya.

Selain kebutuhan stasiun pengisian daya, pihaknya juga menyoroti bus BRT bisa melayani 200 hingga 250 ribu kilometer per harinya sehingga faktor muat pelanggan (load factor) bisa di atas 100 persen atau pergerakan penuh.

Sedangkan untuk non BRT hanya bisa melayani 200 ribu kilometer per harinya sehingga faktor muat penumpang tidak sampai 100 persen sehingga tak membutuhkan kapasitas baterai yang besar.

"Semakin panjang rutenya dan semakin besar busnya, maka semakin besar ukuran baterainya sehingga berpengaruh pada jumlah pelanggan yang bisa berkurang," katanya.

Sebelumnya, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menargetkan mampu mengoperasikan 10 ribu lebih armada bertenaga listrik pada 2030 untuk menuju elektriktifikasi transportasi publik masa depan.

"Coba bayangkan pada 2030 dengan mempertimbangkan pertumbuhan dan sebagainya armada sudah menyediakan kurang lebih 10.047 armada listrik," kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama TransJakarta Mohamad Indrayana. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.