Antre Pangan Murah secara Daring

Rabu, 11 Okt 2023, 05:25 WIB

JAKARTA - Guna menghindari kerumunan yang membeludak, masyarakat untuk memperoleh pangan bersubsidi kini harus antre secara daring (online). Pemerintah Provinsi Jakarta memberlakukan mekanismeini untuk lingkup Perumda Pasar Jaya.

"Sekarang diberlakukan antrean pembelian pangan bersubsidi secara online di lingkup Pasar Jaya," kata Penjabat Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono, Selasa (10/10). Sistem ini diambil sebagai respons permintaan anggota DPRD Jakarta,Wibi Andrino. Dia minta Pemprov Jakarta membuat sistem baru untuk pembelianpangan murah.

Ket. Foto: Arsip Foto - Warga membawa beras yang dibeli di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Taman Keuangan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (12/7/2019). Pemprov DKI Jakarta menggelar program pangan murah untuk ketahanan pangan berupa beras, daging ayam, daging sapi, telur ayam, ikan kembung dan susu UHT untuk warga yang memiliki KJP Plus, Kartu Pekerja, dan Kartu Lansia Jakarta untuk meningkatkan gizi anak-anak di Jakarta. — Sumber: ANTARA/M Risyal Hidayat

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan, antrean pembelian pangan bersubsidi secara daring dimulai pekan kedua Oktober. Antrean dilakukan secara online menggunakan nomor KK dan KTP untuk memperoleh nomor. "Nanti nomor antrean tersebut digunakan pada H+1 di lokasi distribusi," ujar Suharini.

Selain itu, Suharini menyebutkan, mulai pertengahan September lalu, secara bertahap telah ditentukan lokasi distribusi pangan bersubsidi. Contoh, Jakarta Utara dilakukan di Pasar Cilincing, Pasar Kebon Bawang, dan Pasar Pademangan Timur.

Kemudian, Pemprov juga memberlakukan mekanisme penjualan "langsung" ke perusahaan. Hanya, perusahaan tersebut minimal memiliki 100 pekerja. Penjualan langsung akan dilakukan Perumda Pasar Jaya. Pemprov Jakarta mendistribusikan paket pangan murah dengan harga 126.000 sebagai salah satu upaya mengendalikan harga pangan Ibu Kota.

Pangan murah hanya boleh dibeli oleh pemegang Kartu Jakarta Pintar Plus. Isi paket pangan murah terdiri dari beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, ikan kembung dan susu

Sebelumnya, Wibi mendesak Pemprov Jakarta perlu membuat sistem antrean pengambilan pangan murah karena yang mempunyai hak bukan hanya penerima KJP. Namun, juga Pekerja Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PLJP), dasawisma, dan sebagainya.

Menurutnya, masih banyak ditemukan warga yang mengantre sejak Subuh. Meski telah antre dari subuh, banyak juga yang tidak mendapatkan pangan murah tersebut karena kehabisan kuota. Ini perlu diperbaiki.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.