Kelurahan Bakungan Menjadi Contoh Pengelolaan Sampah Mandiri
Minggu, 07 Jun 2026, 22:13 WIBBanyuwangi - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebutkan Kelurahan Bakungan menjadi contoh bagi kelurahan/desa lain karena mampu mengelola sampah warganya secara mandiri.
"Bakungan ini menjadi contoh bagaimana persoalan sampah bisa diselesaikan dari tingkat kelurahan, kuncinya kepedulian dan gotong royong warga, dan ini adalah praktik baik yang bisa direplikasi di desa lain," kata Bupati Ipuk di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu.
Dia mengatakan, di tengah tantangan persoalan sampah yang dihadapi banyak daerah, warga Kelurahan Bakungan, Kecamatan Banyuwangi, menunjukkan bahwa sampah tidak harus berakhir di tempat pembuangan akhir.
Dengan pengelolaan yang dilakukan secara mandiri dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, lanjut Ipuk, sampah rumah tangga di Kelurahan Bakungan itu mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung kebersihan lingkungan.
Menurut Ipuk, pemerintah daerah setempat terus mendorong agar desa dan kelurahan di Banyuwangi memiliki pengolahan sampah secara mandiri untuk mendukung Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) kapasitas besar yang telah ada.
Banyuwangi, kata dia, telah memiliki TPS3R berkapasitas pengolahan puluhan ton setiap harinya di Balak Songgon, TPS Tembokrejo Muncar, hingga TPS3R Karetan yang saat ini tengah dibangun.
"Seperti di Bakungan ini, sampah organik telah diselesaikan di sini, lalu yang residu dikirim ke TPS3R Balak, kalau masyarakat terlibat aktif seperti di Bakungan, sampah bukan lagi menjadi permasalahan serius, bahkan bisa menjadi sumber manfaat bagi lingkungan maupun ekonomi warga," ujar Bupati Ipuk.
Pelaksana Tugas Lurah Bakungan Prasetyo Suhartono mengatakan Kelurahan Bakungan dikenal sebagai salah satu wilayah yang aktif mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Menurut dia, warga di kelurahan itu diedukasi pengolahan sampah mulai dari dibiasakan dengan memilah sampah dari rumah, memilah sampah organik dan anorganik.
"Sampai sekarang terus kami edukasi, memang tidak mudah, tapi harus terus dibiasakan dari skala rumah, agar memudahkan petugas di TPS untuk mengolahnya," kata dia.
Prasetyo menyampaikan, TPS3R Omah Olah Sampah Bakungan pada saat ini melayani sekitar 3.000 warga, dan layanan ini diberikan mencakup pengambilan sampah rumah tangga, pengolahan sampah organik dan anorganik, produksi berbagai hasil olahan sampah hingga edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat.
"Setiap hari di TPS3R ini menangani hingga 2 ton sampah rumah tangga, dan sekitar dua kuintal sampah organik diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah," kata dia.
Dia menambahkan, inovasi lain yang dikembangkan di Kelurahan Bakungan adalah sistem bank sampah digital melalui aplikasi Abank Sayang (Bank Sampah Masyarakat Bakungan).
"Aplikasi berisi pencatatan tabungan sampah warga, mulai dari pendaftaran, penimbangan hingga konversi menjadi saldo,' kata Prasetyo.
- pengelolaan sampah
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Provinsi Lampung Buka Peluang Investasi Pengembangan PLTS Terapung di Bendungan
-
Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Kunci Sukses MBG
-
Warga Jaksel Kini Diminta Kelola Sampah Sendiri Lewat Biopori.
-
Meningkatkan Kepatuhan Faskes dalam Mengelola Limbah B3
-
Mempersiapkan Sistem Kelola Sampah yang Berkelanjutan di Kabupaten Bekasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.