Kalau Sapi Indukan Masih Impor, Seberapa “Swambada” Kita?

Jumat, 14 Agu 2026, 23:25 WIB

JAKARTA – Rencana impor sapi indukan untuk mempercepat swasembada daging memang terdengar seperti ironi: ingin mandiri, tetapi harus mendatangkan “calon kemandirian” dari luar negeri.

Pemerintah menyiapkan skema impor indukan karena Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta ekor sapi per tahun.

Ket. Foto: Program SISKA KU INTIP (Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma) Pemprov Kalsel menjadi salah satu andalan mencapai swasembada daging sapi. — Sumber: ANTARA/ Latif Thohir

Secara logika, langkah ini bisa menjadi investasi populasi jika indukan benar-benar dikembangkan dan menghasilkan generasi sapi domestik.

Tetapi jangan sampai swasembada hanya berganti wajah: dulu mengimpor daging, sekarang mengimpor sapi untuk mengurangi impor daging.

Ujian sebenarnya adalah seberapa cepat populasi dan produktivitas ternak lokal mampu tumbuh sehingga ketergantungan impor benar-benar turun.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan saat ini sedang mengusulkan peraturan presiden (Perpres) untuk pengembangan dengan cepat melalui impor sapi indukan guna mengejar swasembada daging.

"Kami akan mengusulkan perpres untuk pengembangan dengan cepat," kata Zulhas di Jakarta, Jumat (14/8), saat Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Menurut dia, salah satu langkah untuk swasembada daging sapi yaitu dengan cara impor indukan, hal ini dilakukan agar produksi dalam negeri dapat meningkat.

Zulhas menyatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa negara baik yang ada di Eropa, Brazil, Australia dan lainnya, mengingat impor indukan tidak mudah.

"Nanti kerja sama dengan beberapa negara agar kita bisa masuk indukan. Bisa dari Eropa, bisa dari Brazil, dan lain-lain. Kan tidak mudah juga untuk dapat indukan," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan dalam kurun satu tahun ini, Indonesia telah mampu mencapai swasembada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, gula industri, bawang putih, daging sapi, daging kerbau, dan kedelai, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Dalam satu tahun terakhir, Indonesia mencapai swasembada 8 komoditas pangan," kata Prabowo dalam pidatonya di hadapan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI.

Namun, Prabowo mengakui masih terdapat sejumlah komoditas yang belum mencapai swasembada. Salah satunya bawang putih yang ditargetkan dapat dipenuhi secara mandiri dalam tiga tahun.

"Kita masih belum swasembada bawang putih, kita berjuang agar dalam tiga tahun kita bisa mencapai swasembada bawang putih," kata Prabowo.

Selain bawang putih, Prabowo menyebut Indonesia masih belum mencapai swasembada daging sapi dan daging kerbau. Namun, kebutuhan protein masyarakat secara umum dinilai telah mampu dipenuhi dari sejumlah sumber pangan.

"Pada dasarnya sebetulnya untuk protein kita sudah swasembada, yaitu protein dari ikan, protein dari telur, protein dari daging ayam," ujarnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.