Paket Stimulus Rp26,34 Triliun Jadi Suntikan Baru, Mampukah Ekonomi Makin Bertenaga?
Jumat, 14 Agu 2026, 23:35 WIBJAKARTA â Stimulus ekonomi merupakan instrumen fiskal untuk menjaga daya beli, mendorong konsumsi, dan menahan perlambatan ekonomi ketika ketidakpastian meningkat.
Di Indonesia, berbagai stimulus 2026 diarahkan pada konsumsi, mobilitas, bantuan pangan, serta dukungan dunia usaha dan telah menjadi salah satu penopang permintaan domestik.
Namun, stimulus tidak boleh berhenti sebagai suntikan jangka pendek. Efektivitasnya ditentukan oleh ketepatan sasaran dan kemampuan mengubah belanja pemerintah menjadi aktivitas ekonomi yang lebih produktif, sehingga dampaknya terhadap pertumbuhan dapat bertahan setelah stimulus berakhir.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah mengucurkan stimulus ekonomi tahap II sebesar Rp26,34 triliun, yang terdiri atas insentif pajak, magang dan vokasi, serta bantuan pangan.
â(Stimulus) pada tahap kedua Rp26,34 triliun, untuk insentif pajak, transportasi, pembebasan biaya masuk LPG, magang, vokasi, dan bantuan pangan,â ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta, Jumat (14/8).
Berdasarkan paparan Airlangga, pemerintah mengucurkan Rp2,04 triliun untuk stimulus dan insentif tahap II. Stimulus dan insentif tersebut meliputi pajak penulis PPh Final Royalti khusus 1,5 persen; diskon transportasi libur sekolah dan Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk kereta api, Pelni, dan ASDP.
Lebih lanjut, stimulus dan insentif juga diberikan dalam wujud Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen untuk tiket pesawat ekonomi domestik kepada 6 juta penumpang; bea masuk 0 persen untuk LPG industri petrokimia dan bahan baku plastik; serta bea masuk 0 persen atas impor suku cadang pesawat.
Kemudian, pemerintah mengucurkan stimulus sebesar Rp6,26 triliun untuk magang dan vokasi, yang meliputi program magang dengan anggaran Rp4,14 triliun untuk 150 ribu peserta mulai Juli 2026; serta pelatihan vokasi dengan anggaran Rp2,12 triliun untuk peningkatan keterampilan tenaga kerja.
Sasaran prioritas dari stimulus magang dan vokasi adalah 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK.
Lebih lanjut, pemerintah mengucurkan stimulus bantuan pangan senilai Rp18,04 triliun yang terdiri atas bantuan beras 10 kg senilai Rp17,54 triliun untuk 33,24 juta penerima selama tiga bulan mulai Juli 2026; serta SPHP kedelai dengan anggaran Rp500 miliar bagi pengrajin tahu dan tempe untuk kuota 250 ribu ton.
âPemerintah terus mendorong untuk menjaga daya beli dengan stimulasi yang dikeluarkan,â ujar Airlangga.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan defisit dalam RAPBN 2027 ditargetkan sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menurun dari APBN 2026 yang sebesar 2,68 persen terhadap PDB.
Adapun pembiayaan anggaran pada 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun, menurun dari rencana pembiayaan pada APBN 2026 yang sebesar Rp689,1 triliun.
Lebih lanjut, belanja negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, atau naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026.
Di sisi lain, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun di APBN 2026.
- paket stimulus
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.