Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Menguat, Pasar Merespons Pernyataan Petinggi The Fed Soal Suku Bunga

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 09:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Menguat, Pasar Merespons Pernyataan Petinggi The Fed Soal Suku Bunga Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta.

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (10/10) pagi menguat sebesar 0,07 persen atau 10 poin menjadi Rp15.682 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.692 per dolar AS.

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) karena pasar menanggapi pernyataan dua petinggi Bank Sentral AS semalam mengenai kemungkinan tidak adanya kenaikan suku bunga acuan AS.

"Ada potensi pelemahan rupiah terhadap dolar AS tertahan hari ini karena pasar menanggapi pernyataan dua petinggi Bank Sentral AS semalam, Philip Jefferson dan Lorie Logan, mengenai kemungkinan tidak adanya kenaikan suku bunga acuan AS lagi," ujar dia di Jakarta, Selasa.

Menurut CME FedWatch Tool, ekspektasi pasar bahwa suku bunga akan bertahan di akhir tahun terlihat meningkat dari 57 persen menjadi 74 persen.

Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS turut mengalami penurunan, yakni tenor 10 tahun turun dari kisaran 4,8 persen ke 4,6 persen.

"Mereka (dua petinggi Bank Sentral AS) mengatakan karena kenaikan tingkat imbal hasil atau suku bunga jangka panjang belakangan ini. Ini tentu pendapat mereka pribadi. Pejabat The Fed yang lain pastinya memiliki pandangan yang berbeda," ungkap Ariston.

Kendati demikian, peluang pelemahan rupiah pada pekan ini tetap terbuka apabila data ekonomi AS, terutama data inflasi AS yang akan dirilis pada Rabu (11/10) dan Kamis (12/10), menunjukkan kenaikan inflasi yang menjauhi level target 2 persen.

Selain itu, perang di Timur Tengah antara Hamas dari Palestina dengan Zionis Israel masih bisa mendorong pelaku pasar masuk ke aset aman dan memicu penguatan dolar AS.

"Potensi penguatan rupiah hari ini ke arah Rp15.650 per dolar AS, dengan potensi resisten di sekitar Rp15.700 per dolar AS," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.