Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Stabil

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 11:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Stabil Doc: ISTIMEWA
Ket. Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK

JAKARTA - Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor jasa keuangan nasional terjaga stabil dalam menghadapi era suku bunga global tinggi untuk waktu lebih lama.

"Sektor jasa keuangan nasional terjaga stabil didukung permodalan yang kuat, kondisi likuiditas yang memadai dan profil risiko yang terjaga," kata Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Mahendra Siregar dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK pada September 2023 secara daring di Jakarta, Senin (9/10).

Mahendra menuturkan terjaganya stabilitas sektor jasa keuangan meningkatkan optimisme sektor jasa keuangan nasional mampu memitigasi risiko suku bunga global yang tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Di sisi lain, dia mengatakan divergensi kinerja perekonomian global masih terus berlanjut. Di Amerika Serikat (AS), tingkat inflasi yang masih tinggi di tengah masih solidnya kinerja perekonomian mendorong kebijakan bank sentral The Fed yang diprediksi akan lebih hawkish (agresif).

Sedangkan di Eropa, kinerja perekonomian terus lemah dan tingkat inflasi masih tinggi, sehingga otoritas moneter Eropa kembali menaikkan suku bunganya, namun juga mengisyaratkan tingkat suku bunga saat ini telah mencapai puncaknya.

Sementara itu di Tiongkok, pemulihan ekonomi yang belum sesuai ekspektasi dan kinerja ekonomi yang masih di level pandemi meningkatkan kekhawatiran bagi pemulihan perekonomian global. Insentif fiskal dan moneter yang dikeluarkan otoritas Tiongkok masih terbatas.

Berbagai perkembangan itu mendorong berlanjutnya kenaikan yield surat utang di AS dan penguatan nilai tukar dollar AS terhadap semua mata uang dunia utama lainnya dan negara-negara berkembang.

Hal tersebut menyebabkan tekanan outflow atau pelarian modal dari emerging market termasuk Indonesia. Volatilitas di pasar keuangan baik di pasar saham obligasi dan nilai tukar juga dalam tren meningkat.

Di perekonomian domestik tingkat inflasi meningkat 3,27 persen secara tahunan atau year on year sejalan dengan ekspektasi pasar sebesar 3,3 persen. Kondisi tersebut didorong oleh kenaikan harga sebagian besar kelompok pengeluaran terutama kategori makanan, minuman dan tembakau.

"Tren pergerakan inflasi inti masih melambat, menurun menjadi 2,18 persen year on year, yang tercermin juga dari rendahnya penjualan retail," ujarnya.

Kinerja Korporasi

Meski demikian, kinerja sektor korporasi relatif masih baik terlihat dari PMI Manufaktur yang terus berada di zona ekspansif dan neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2023 surplus 3,12 miliar dollar AS.

"Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 40 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujar Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam acara Rilis Berita Statistik di Jakarta, Jumat (15/9).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.