Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AIS Forum Dukung Pengembangan ARHEA, Drone Canggih Buatan Indonesia

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 13:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
AIS Forum Dukung Pengembangan ARHEA, Drone Canggih Buatan Indonesia Doc: Instagram/@kemlu_ri
Ket. Drone ARHEA buatan dosen Fakultas Pertanian dan Kelautan Universitas Padjadjaran. Drone canggih ini untuk memantau kondisi air laut.

NUSA DUA - Forum Negara Pulau dan Kepulauan (AIS Forum) mendukung pengembangan ARHEA, drone (pesawat nirawak) canggih yang berfungsi sebagai pemantau kondisi air laut, yang dilakukan Indonesia.

Alat pemantauan dan pengukuran karakteristik perairan berbasis teknologi digital itu diciptakan oleh dosen Departemen Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Noir Primadona Purba.

Sejak pertama kali diperkenalkan dalam pertemuan AIS Forum di Manado, Sulawesi Utara, 2018 silam, banyak negara peserta menyatakan minatnya untuk meminang ARHEA-yang adalah akronim dari Advanced Drifter GPS Oceanography Coverage Area.

"Ini membanggakan bagi kami karena alat ini hampir 80 persen bahan bakunya buatan dalam negeri dan ARHEA diproduksi di Indonesia, kecuali transmiter untuk pengiriman data ke satelit yang masih harus diimpor," kata Noir dalam keterangan tertulis dari Tim Komunikasi dan Media KTT AIS Forum 2023, Selasa (10/10).

ARHEA berbentuk tabung aluminium berwarna kuning sepanjang 1 meter berdiameter 144 milimeter dengan bobot sekitar 15 kilogram. Pada tabung dipasangi berbagai sensor, baterai, penyimpan data,global positioning system(GPS), serta sistem komunikasi lewat radio dan satelit.

Di perairan terbuka atau tertutup, tabung itu akan mengapung karena dipasangi pelampung. Artinya, alat ini mengikuti parsel air kemana pun arus mengalir. Sekilas, cara kerjanya mirip pesawat nirawak ataudrone, tetapi bergerak di bawah air.

Alat ini juga dapat diaplikasikan untuk perairan tertutup seperti waduk dan danau, serta bisa dipakai untuk meneliti perairan sangat dangkal.

ARHEA mampu menyelam hingga kedalaman maksimal 200 meter di bawah permukaan laut. Alat ini secara umum ditujukan untuk mengukur arus secara lagrangian.

Sebelum mencapai batas jarak terdalam, sensor akan memberi sinyal agar alat segera naik dengan dorongan mesin rotor yang dipasang di bagian dasar tabung. ARHEA digerakkan oleh baterai isi ulang yang dapat diisi ulang tiap tiga bulan.

"Sampai di permukaan air, alat ini akan langsung mengirimkan data. Nantinya, setelah seluruh data terkirim dalam waktu 15-25 menit, maka ARHEA akan kembali menyelam," ujar Noir.

Dia menjelaskan bahwa sensor yang dipasang disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya untuk mengukur parameter atmosfer seperti suhu udara, kelembapan, dan tingkat polusi air.

Sementara parameter di dalam air dapat menunjukkan kondisi salinitas atau kadar garam air laut, derajat keasamaan (pH), suhu air, oksigen terlarut (DO), dan kekeruhan. ARHEA disebutnya bahkan bisa memprediksi kawasan populasi ikan(fishing ground prediction)sekaligus memetakan areanya.

Dengan akurasi mencapai di bawah 5 meter dari objek yang direkam di bawah permukaan air, ARHEA dapat difungsikan sebagai alat pengawasan kawasan lindung laut, sehingga dapat dipakai oleh instansi yang berhubungan dengan kelautan dan perikanan. Selain itu, ARHEA dapat dilepaskan ke laut memakai perahu atau pesawat terbang.

ARHEA sudah menjalani serangkaian uji coba di sejumlah perairan Indonesia, di antaranya Pangandaran, Jawa Barat dan Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Alat canggih itu juga sudah diujicoba di perairan Suva, Fiji.

Karena pemanfaatannya sangat baik terutama bagi negara-negara pulau dan kepulauan, AIS Forum bersama Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) memberikan dukungan penuh, terutama dalam bentuk bantuan hibah pengembangannya agar bisa dikolaborasikan dengan lebih banyak teknologi baru bidang kelautan guna menjaga masa depan laut berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.