Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerak Cepat, Dinkes Bali Minta Semua Rumah Sakit dan Puskesmas Siaga Virus Nipah

📅 Senin, 09 Okt 2023, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Dinkes Bali Minta Semua Rumah Sakit dan Puskesmas Siaga Virus Nipah Doc: ANTARA/Ni Luh Rhismawati
Ket. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr dr I Nyoman Gede Anom dalam suatu kesempatan di Denpasar.

Denpasar - Gerak cepat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom, meminta semua rumah sakit dan puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman Virus Nipah di tengah kunjungan wisatawan India yang cukup tinggi ke Pulau Dewata itu.

"Sesuai dengan arahan dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan), kita harus waspada terhadap ancaman Virus Nipah ini," kata Anom di Denpasar, Minggu.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk memeriksa setiap orang yang datang ke Bali, terutama dari negara yang endemik kasus Virus Nipah.

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, sejak Januari hingga Agustus 2023 tercatat wisatawan dari India merupakan wisatawan mancanegara dengan kunjungan kedua terbanyak ke Bali dengan total 288.873 kunjungan.

"Di bandara sudah ada alat deteksi suhu. Kalau suhu tubuh wisatawan ada yang ditemukan di atas normal, maka akan ditindaklanjuti dengan wawancara," ujarnya.

Anom menambahkan kalau ditemukan mereka yang datang dari negara endemik Virus Nipah mengalami demam dan disertai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) harus dirujuk ke rumah sakit untuk dianalisa lebih lengkap.

"Khusus untuk Birus Nipah ini sudah disiapkan tim dokter syaraf, dokter bedah dalam, dan sebagainya, karena virus inikanyang diserang bagian otak," ucapnya.

Ia mengatakan saat ini memang Virus Nipah belum terdeteksi masuk ke Indonesia dan pihaknya berharap jangan sampai masuk Indonesia, khususnya Bali.

"Tetapi kita harus waspada karena wisatawan India banyak yang ke Bali. Takutnya, karena masa inkubasikanada waktunya, jangan-jangan saat di bandara tidak demam," katanya.

Oleh karena itu, selain rumah sakit, pihaknya juga sudah mengirimkan surat untuk seluruh puskesmas dan klinik jika menemukan wisatawan dari daerah endemik Virus Nipah yang mengalami ISPA harus dirujuk ke rumah sakit.

"Kami juga harus lapor kepada Kemenkes jika sampai ditemukan kasus Virus Nipah, nanti akan ada tim Kemenkes akan mengecek ulang lagi cairan otak penderita," ujarnya.

Virus Nipah ini selain menular dari hewan (kelelawar dan babi) ke manusia juga menular dari manusia ke manusia. Cara penularan dapat melalui kontak dengan urine, air liur, spesimen atau makan yang terkontaminasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.