Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Kawasan Kumuh, Bangka Tengah Relokasi 185 Rumah Warga Pesisir

📅 Minggu, 08 Okt 2023, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Kawasan Kumuh, Bangka Tengah Relokasi 185 Rumah Warga Pesisir Doc: ANTARA/Ahmadi
Ket. Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman saat meninjau penduduk yang rumahnya akan direlokasi, Sabtu (7/10).

Koba - Atasi kawasan kumuh, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, merelokasi sebanyak 185 rumah warga di bantaran sungai Desa Kurau Barat dan Kurau Timur.

"Berdasarkan data tercatat sebanyak 185 rumah yang akan direlokasi, yaitu sebanyak 119 tahap satu dan sebanyak 66 rumah yang akan direlokasi tahap dua," kata Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Sabtu.

Pemkab Bangka Tengah merelokasi sebanyak 185 rumah warga di dua desa tersebut dalam rangka merealisasikan program penataan kawasan kumuh dan penormalisasi alur sungai di muara Desa Kurau Barat dan Kurau Timur.

"Kita sudah menyediakan lokasi yang sangat representatit, sekarang tahap pembersihan lahan dan kami targetkan pada 2024 warga yang direlokasi sudah berada di pemukiman baru," ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Bangka Tengah Fani Hendra Saputra mengatakan, Kurau merupakan kawasan pesisir dan muara sungai, sehingga banyak rumah penduduk di sekitar bantaran sungai yang perlu dipindahkan jika pengerukan alur sungai sudah jalan.

Pengerukan alur Sungai Kurau dalam rangka menormalisasi banjir, karena sudah terjadi pendangkalan alur sungai dan peningkatan fasilitas pelabuhan perahu nelayan.

"Sesuai arahan bupati, kami tetap melakukan pendataan karena ada juga sebagian rumah tidak dipindahkan, tetapi hanya dipugar saja," ujarnya.

Fani mengatakan, Desa Kurau Barat dan Kurau Timur merupakan desa penghasil ikan segar dan ditetapkan sebagai desa ekonomi kreatif.

Desa Kurau Barat dan Kurau Timur juga merupakan pintu masuk wisatawan untuk menuju Pulau Ketawai yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di daerah ini.

"Justru itu, dua desa ini harus ditata sehingga tidak terkesan kumuh karena menjadi pintu masuk wisatawan yang juga berada di jalan lintas provinsi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelaksanaan program penghapusan bentor

13 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.