Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penurunan Kasus Stunting di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Terus Dipercepat

📅 Kamis, 05 Okt 2023, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penurunan Kasus Stunting di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Terus Dipercepat Doc: ANTARA/HO-Prokompim Kabupaten HSS
Ket. Pertemuan audit kasus stunting Dinas PPKBPPPA Hulu Sungai Selatan Kalsel di Kandangan, Rabu (4/10/2023).

Kandangan - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan menggelar diseminasiaudit kasus stunting (AKS) tahap pertama sebagai salah satu upaya menekan jumlah kasus tengkes di daerah itu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)Muhammad Noordi Kandangan, Rabu, mengatakanAKSsalah satu kegiatan prioritas dalam rencana aksi percepatan penurunanstuntingyang harus didukung bersama-sama semua kalangan.

Dia menjelaskan persoalan stunting termasuk urusan kesehatan yang esensial dan berdampak jangka panjang bagi generasi masa depan bangsa dan daerah. Oleh karena itu, penanganan stuntingperlu melibatkan banyak pihak dan aspek secara berkelanjutan.

"Saya mengajak kita semua untuk lebih serius, lebih berkomitmen dalam percepatan penurunan stunting, melalui kerja cerdas, kerja inovatif, dan kerja yang berteknologis," ujarnya.

Ia mengemukakan juga tentang pentingnya pendekatan penanganan stuntingmelalui aspek keagamaan dan membangun sinergi, kolaborasi, dan akselerasi dengan masyarakat, swasta, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, dan dunia kerja, serta pihak-pihak lainnya.

Ia menyebut target nasional hingga 2024 untuk penurunan prevalensi stuntingmenjadi 14 persen, sedangkan target Provinsi Kalsel17,27 persen dan Kabupaten HSS18,11 persen sebagai cukup besar namun realistisjikadikerjakan bersama-sama.

"Dalam setiap kesempatan selalu saya tegaskan, saya tidak mau ada yang coba lempar tanggung jawab. Penanganan stunting tanggung jawab bersama, bukan tanggung jawab Dinas Kesehatan maupun Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana semata," ucapnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten HSSDian Marlianamenyebutkan tentangidentifikasi dan penyebab risiko pada kelompok sasaran berbasis surveilanssecara rutin atau sumber data lainnya terkait dengan penanganan stunting.

Dalam AKS tahap pertama, kata dia, ada 10 sasaran yang ditetapkan sebagai operasi stunting, yakni berasal dari Desa Malutu, Desa Malilingin, dan Desa Panggungan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan dokumen rencana tindak lanjut (RTL) dan berita acara AKS Kabupaten HSS oleh Sekda HSSMuhammad Noor dan Kepala DinasDinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten HSSDian Marliana.

Kegiatan ini diikuti para kepala OPD yang tergabung dalamTim Percepatan Penurunan StuntingKabupaten HSS, Camat Padang Batung, tim teknis dan tim pakar AKS, kepala puskesmas, dan unsur terkait lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.