Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat Memburuk, Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang di Jalan Pulang Pisau-Palangka Raya

📅 Kamis, 05 Okt 2023, 00:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat Memburuk, Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang di Jalan Pulang Pisau-Palangka Raya Doc: ANTARA/Adi Waskito
Ket. Kabakaran hutan dan lahan di sejumlah titik mulai mengganggu jarak pandang di ruas Jalan Trans Kalimantan poros Pulang Pisau-Palangka Raya.

Palangka Raya - Gawat memburuk, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Osa Maliki meminta dan mengimbau pengguna jalan yang melintas di Jalan Trans Kalimantan poros Pulang Pisau-Palangka Raya untuk berhati-hati karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu jarak pandang.

"Untuk jarak pandang saat ini bisa dikatakan sudah tidak normal lagi sehingga untuk pengguna jalan diminta selalu waspada," kata Osa Maliki di Pulang Pisau, Rabu.

Osa Maliki mengatakan, kabut asap yang terjadi khususnya di Kecamatan Jabiren Raya ini tidak terlepas dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Desa Tanjung Taruna dan Desa Tumbang Nusa. Kondisi karhutla di Desa Tumbang Nusa saat ini agak sedikit membaik, sedangkan karhutla di Desa Tanjung Taruna kepekatan kabut asap sedikit pekat.

"Kemarin ada sedikit hujan di Desa Tumbang Nusa tetapi di Desa Tanjung Taruna tidak mengalami hujan," terangnya.

Osa Maliki mengungkapkan upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan. Dinaikkannya status menjadi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan, meningkat juga operasi yang dilakukan tim gabungan di lapangan dalam penanganan karhutla di kabupaten setempat.

Dalam operasi darat yang dilakukan BPBD setempat, terang dia, tim terpadu mendapat tambahan personel BKO dari Polda Kalimantan Tengah, Kodim 1011/KLK melibatkan juga personel dari Polres Pulang Pisau, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Manggala Agni, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah dengan total personel secara keseluruhan berjumlah 140 orang.

"Untuk personel di lapangan apabila ada merasa tidak enak akibat gangguan kesehatan langsung melapor kepada tim kesehatan agar mendapat penanganan," demikian Osa Maliki.

Pantauan di lapangan pada Selasa (3/10/2023) sore hujan lebat sempat mengguyur Kota Pulang Pisau dan sekitarnya, yang membuat beberapa sejumlah titik api padam. Namun, akibat hujan yang turun hanya sesaat tersebut, Rabu (4/10/2023) membuat kabut asap semakin tebal dan pekat hingga menutup pancaran sinar matahari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

6 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.