Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mewaspadai Virus Nipah, Apa Saja yang Harus Anda Ketahui?

📅 Minggu, 01 Okt 2023, 13:43 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pada wabah awal di Malaysia, faktor risiko utama adalah kontak dengan babi atau menjadi peternak babi, tapi tidak ada bukti adanya penularan dari orang ke orang. Pada saat itu masih belum jelas mengapa babi mulai menularkan infeksi tersebut.

Sejak awal wabah, kita telah belajar lebih banyak tentang virus ini dan faktor risiko yang terkait dengan penularannya ke manusia. Kini diketahui bahwa inang utama virus Nipah adalah kelelawar buah, khususnya rubah terbang India (Indian flying fox). Virus Nipah sebelumnya telah terdeteksi pada kelelawar di Kerala.

Sebagian besar infeksi diperkirakan berasal dari kontak dengan hewan yang terinfeksi, baik kelelawar buah itu sendiri atau dari hewan perantara seperti babi. Ini pertama kali terjadi saat wabah terdeteksi di Malaysia.

Namun, ada perbedaan menarik antarwabah. Di Bangladesh, ada kaitan dengan minum getah kurma, baik mentah atau difermentasi. Dalam sebuah penelitian di Bangladesh, para peneliti menggunakan kamera inframerah sensor gerak untuk menunjukkan bahwa kelelawar buah sering mengunjungi pohon-pohon kurma di desa-desa yang mengumpulkan getah kurma untuk dikonsumsi.

Awalnya, virus Nipah diperkirakan tidak menular dari orang ke orang karena tidak ada petugas kesehatan yang terinfeksi selama wabah besar di Malaysia. Sejak saat itu, petugas kesehatan dilaporkan tertular virus tersebut, seperti pada wabah terbaru ini. Salah satu kematian terjadi pada seorang petugas kesehatan yang merawat orang yang terinfeksi virus tersebut.

Mematikan, tapi tidak menular dengan mudah

Sebuah penelitian terhadap 248 infeksi virus Nipah di Bangladesh yang dilakukan selama beberapa tahun menyimpulkan bahwa sekitar sepertiga pengidap tertular virus dari manusia lain. Para peneliti memperkirakan bahwa nilai R (reproduksi)--jumlah orang yang kemungkinan besar akan menularkan penyakit ini kepada orang yang terinfeksi--adalah sekitar 0,33. Ini berarti kemungkinan besar infeksi tersebut tidak akan menyebar jauh dari sumber hewannya.

Meskipun virus Nipah menyebabkan infeksi yang mematikan, tidak ada bukti bahwa virus ini kemungkinan akan menyebar luas di luar wilayah yang manusia atau hewan ternak mereka melakukan kontak dengan kelelawar yang terinfeksi.

Namun, wabah virus Nipah mungkin merupakan indikasi lain bahwa hilangnya habitat akibat serbuan manusia memaksa kontak yang lebih besar antara manusia dan hewan sehingga meningkatkan risiko penularan dari hewan ke manusia.

Meskipun nilai R-nya rendah, jika hewan yang terinfeksi diangkut ke kota-kota besar, peningkatan kepadatan populasi akan meningkatkan risiko penularan dari orang ke orang. Ini dapat memungkinkan virus berevolusi untuk menjadi lebih mudah menular ke manusia dan memicu pandemi baru.The Conversation

Paul Hunter, Professor of Medicine, University of East Anglia

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.