Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hindia Bawakan Konsep Analog Horor untuk Konser Tunggal di Jakarta

📅 Minggu, 01 Okt 2023, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hindia Bawakan Konsep Analog Horor untuk Konser Tunggal di Jakarta Doc: ANTARA/Vinny Shoffa Salma
Ket. Musisi Hindia atau Baskara Putra (kiri) dan Co-Founder & CEO Antara Suara Andri Verraning Ayu dalam sesi konferensi pers konser "Malaikat Berputar Di Langit Jakarta" di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (30/9)

Penyanyi Baskara Putra atau Hindia membawakan konsep analog horor untuk konser tunggalnya di Jakarta bertajuk Malaikat Berputar Di Jakarta di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (30/9) malam lalu.

"Konsep atau materi fiksi yang paling sering saya konsumsi di internet itu namanya analog horor. Jadi, kayak horor di YouTube atau komik yang tidak menjelaskan, 'kenapa begini?' Atau 'kenapa begitu?'" kata Hindia dalam sesi konferensi persnya bersama media.

Analog horor merupakan genre horor yang menghadirkan pengalaman seram melalui penggunaan teknologi analog atau era klasik dalam cerita dan pengalaman yang disajikan. Keunikan tersebut membuat Hindia berani tampil beda dalam konser tunggalnya tersebut.

Setelah melangsungkan konser tunggal untuk merayakan perilisan album keduanya bertajuk Lagipula Hidup Akan Berakhir di beberapa kota, yakni di Surabaya, Semarang, Bandung, Hindia pun menggelar konser tunggal di Jakarta sebagai perhentian akhir konser tunggalnya.

Masing-masing kota memiliki tema berbeda yang disesuaikan dengan representasi Hindia dalam albumnya, yakni tema Malam Perpisahan untuk Surabaya, tema Peristirahatan Terakhir di Semarang, tema Reuni Keluarga di Bandung, dan tema Malaikat Berputar Di Langit Jakarta untuk Jakarta.

"Kami ingin area pertunjukan ini dari awal sampai keluar gate rasanya kayak mimpi demam, terus kalau mimpi itu aneh, kita pengen feel-nya di Jakarta kayak gitu," kata dia.

Menariknya, konser tunggal Hindia di Jakarta menampilkan sejumlah instalasi seni beserta aksi teatrikal bertema horor dan abstrak yang merepresentasikan berbagai hal. Mulai dari instalasi seni yang menampilkan kecemasan, ketakutan, kesedihan, dan lainnya.

Sesaat setelah penonton masuk dari gerbang utama, penonton akan disambut dengan aksi teatrikal berupa pengurusan jenazah dalam syariat Islam dengan menyertakan ikon-ikon tertentu di dalamnya. Di sisi kiri dari aksi teatrikal tersebut terdapat sejumlah nisan dan peti mati berisikan "Buanglah mimpi yang gagal kamu nikmatin di sini!" dan penonton diperbolehkan untuk menuliskan kegagalan mimpi versi mereka.

Selain itu, penonton akan disuguhkan aksi teatrikal menarik serta instalasi seni lainnya yang bertema analogi horor versi Hindia. Hindia pun akan menampilkan kejutan menarik untuk penonton saat memainkan musiknya di atas panggung malam ini.

"Sebenarnya, semua ada artinya. Cuma, kami memutuskan untuk tidak dengan gamblang menjelaskan maksudnya, ya itulah kesenian, biarlah penonton mengintrepretasikannya," kata Hindia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.