Novel Gadis Kretek Akan Diterbitkan di Tiga Negara Asean
📅 Kamis, 28 Sep 2023, 20:44 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
TANGERANG SELATAN - Gramedia Pustaka Utama dan Gramedia International merayakan pencapaian salah satu karya terbaik Indonesia, Gadis Kretek karya penulis ikonik, Ratih Kumala. Setelah sebelumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Arab, dan Jerman, tahun ini novel ini akan melebarkan sayapnya ke Filipina, Malaysia, dan Thailand, dan akan diadaptasi menjadi serial original Netflix pada November 2023.
Buku yang diterbitkan pada 2012 oleh Gramedia Pustaka Utama menjadi karya yang masuk dalam sepuluh besar penerima penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa di tahun yang sama. Sejak diterbitkan hingga saat ini Gadis Kretek telah dicetak 10 kali. Pada 2019 Ratih Kumala juga mempresentasikan Gadis Kretek di depan forum penerbit dan penulis di Beijing International Book Fair.
Editor senior dan superintendent bidang sastra Gramedia Pustaka Utama, Mirna Yulistianti, pun mengungkapkan kebahagiaannya, Gadis Kretek adalahmasterpiecekarya Ratih Kumala. Novel ini menampilkan jalinan cerita dengan kretek sebagai kekayaan budaya Indonesia. Berlatar sejarah sosial politik di Indonesia, nilai-nilai yang ditampilkan bersifat universal sehingga bisa dinikmati oleh pembaca di seluruh dunia.
"Terbukti dengan telah terbitnya novel ini dalam bahasa Jerman, Inggris, Arab, dan tahun ini serentak terbit di tiga negara ASEAN yaitu Filipina, Thailand dan Malaysia. Sebuah pencapaian yang membanggakan bagi kami di penerbit Gramedia Pustaka Utama," ujar dia dalam seremoni penyerahan mockup buku novel Gadis Kretek pada ajangIndonesiaInternationalBook Fair (IIBF) di ICE,Tangerang Selatan Rabu (27/9).
Pada acara tersebut diramaikan dengan bincang-bincang yang menghadirkan pembicara Andrea Pasion-Flores dari Milflores Publishing Filipina, Sartika Dian Nur Aini dari Elite Creative Co sebagai perwakilan Praphansarn Publishing Thailand, dan Kiridaren Jayakumar dari The Biblio Press Malaysia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Acara tersebut juga menampilkan Ratih Kumala dan editor Mirna Yulistianti dari Gramedia Pustaka Utama, dan akan dipandu oleh moderator Nathalie Indry. Sebagai penutup, acara dimeriahkan dengan Happy Hour di booth Gramedia yang akan menyediakan camilan dan minuman.
Sinopsis
Cerita Gadis Kretek bermula dari kisah Pak Raja yang sekarat. Dalam menanti ajal. Pada kondisi tersebut ia memanggil satu nama perempuan yang bukan istrinya yaitu Jeng Yah. Tiga anaknya, pewaris Kretek Djagad Raja, dimakan gundah oleh ulahnya. Sang istri pun terbakar cemburu terlebih karena permintaan terakhir suaminya ingin bertemu Jeng Yah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berpacu dengan malaikat maut, Lebas, Karim, dan Tegar, pergi ke pelosok Jawa untuk mencari Jeng Yah, sebelum ajal menjemput sang Ayah. Perjalanan itu bagai napak tilas bisnis dan rahasia keluarga, menguak asal-usul sebenarnya Kretek Djagad Raja hingga menjadi kretek nomor 1 di Indonesia.
Gadis Kretek tidak sekadar bercerita tentang cinta dan pencarian jati diri para tokohnya. Dengan latar Kota Kudus, Jakarta, dari periode penjajahan Belanda hingga kemerdekaan, Gadis Kretek akan membawa pembaca berkenalan dengan perkembangan industri kretek di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!