Paus Fransiskus Mendesak Semua Pihak untuk Menghentikan Pertikaian Bersenjata di Azerbaijan
📅 Kamis, 21 Sep 2023, 01:31 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: TIZIANA FABI / AFP
VATIKAN - Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus, menyerukan semua pihak yang bertikai di Nagorno- Karabakh, Azerbaijan untuk "membungkam senjata mereka", setelah peluncuran operasi militer melawan pasukan separatis.
"Kemarin saya menerima berita mengkhawatirkan dari Nagorno-Karabakh, di mana situasi kemanusiaan yang sudah kritis kini diperburuk oleh bentrokan bersenjata lebih lanjut," kata Paus yang berusia 86 tahun itu di akhir audiensi mingguannya, Rabu (20/9)
"Saya menyampaikan seruan saya kepada semua pihak yang terlibat dan komunitas internasional untuk membungkam senjata mereka dan melakukan segala upaya untuk menemukan solusi damai demi kebaikan rakyat dan menghormati martabat manusia".
Dikutip dari Barron, Azerbaijan telah memperingatkan mereka akan "melanjutkan sampai akhir" operasi di wilayah Nagorno- Karabakh yang mayoritas penduduknya adalah Armenia, yang telah berperang dua kali dengan negara tetangganya, Armenia.
Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik sedunia, mengunjungi Armenia dan Azerbaijan pada 2016, dalam perjalanan yang berbeda, dan menyerukan "perdamaian yang stabil" di wilayah tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Selasa, Paus memberi peringatan bahwa dunia berada di ujung perang nuklir seperti krisis rudal Kuba pada 1962.
Pesan tersebut disampaikan pada konferensi internasional memperingati 60 tahun dirilisnya ensiklik Pacem in Terris oleh Paus Yohanes XXIII.
Ancaman Nuklir
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pesan tersebut, seperti dikutip Vatican News, Paus mengatakan konferensi berlangsung "saat dunia kita terus berada dalam cengkeraman perang dunia ketiga yang terjadi sedikit demi sedikit dan dalam kasus tragis konflik di Ukraina, yang bukan tanpa ancaman penggunaan senjata nuklir".
Paus Fransiskus membandingkan antara keadaan saat ini dengan saat dikeluarkannya Pacem in Terris kepada publik, ketika krisis rudal Kuba pada 1962 yang nyaris membawa dunia kepada kehancuran akibat nuklir.
Paus mendesak konferensi untuk fokus pada bagian dari Pacem in Terris yang membahas perlucutan senjata dan langkah mencapai perdamaian abadi, dan dia mengatakan bahwa "dunia tanpa senjata nuklir adalah mungkin dan penting".
Dia juga mengingatkan pernyataannya pada Peringatan Perdamaian Hiroshima pada 2019, dengan mengatakan "penggunaan tenaga atom untuk kepentingan perang tidak bermoral, bahkan memiliki senjata nuklir saja tidak bermoral".
"Senjata konvensional seharusnya digunakan hanya untuk keperluan pertahanan dan tidak menargetkan warga sipil," tutupnya.
Sebelumnya seperti dikutip dari Antara, para tokoh agama-agama di dunia berkumpul di Benteng Brandenburg, Berlin untuk mendoakan agama dan perdamaian, dan mengajak orang-orang untuk menghentikan perang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!