Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Institusi Kesehatan Terbesar di Qatar Jadikan Angklung sebagai Terapi Pasien Demensia

📅 Kamis, 21 Sep 2023, 13:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Institusi Kesehatan Terbesar di Qatar Jadikan Angklung sebagai Terapi Pasien Demensia Doc: antarafoto
Ket. Lokakarya tentang pengaruh musik angklung terhadap pasien demensia

JAKARTA - Institusi kesehatan terbesar Qatar, Hamad Medical Corporations (HMC), menggandeng Alzheimer Indonesia (ALZI) Chapter Qatar, Indonesian Ladies Angklung (ILA), dan KBRI Doha menggelar lokakarya tentang pengaruh musik angklung terhadap pasien demensia pada 17 September.

"Hari ini kita tahu, nenek moyang kita menciptakan angklung tidak hanya sebagai alat hiburan, tetapi juga dapat menjadi alat terapi bagi mereka yang memerlukan," kata Dubes RI untuk Qatar Ridwan Hassan melalui keterangan tertulis di Jakarta pada Kamis (21/9).

Ridwan juga menyampaikan apresiasi kepada HMC yang telah menggandeng komunitas Indonesia melalui ALZI dan ILA dalam memperkenalkan angklung sebagai alat terapi demensia.

Sementara itu, Ketua ALZI Qatar, Kennia Lestariyani Sulis mengatakan bahwa musik sudah cukup lama diakui sebagai alat terapi bagi mereka yang mengidap demensia.

Menurut dia, gamelan dan angklung adalah dua jenis alat musik yang diyakini secara medis dapat memberikan efek positif bagi penanganan orang dengan demensia.

"Keyakinan ini juga yang membuat Hamad Medical Corporations berinisiatif menggandeng komunitas Indonesia di Qatar melalui ALZI Qatar dan Indonesian Ladies Angklung (ILA) untuk memperkenalkan musik angklung sebagai alat terapi bagi pasien dengan gejala demensia," kata Kennia Lestariyani Sulis.

Selain itu, Konsultan Geriatrician di HMC Maryam Yousef Al Obaidli juga menyampaikan bahwa loka karya tersebut turut membantu mengurangi stigma terhadap mereka yang memiliki demensia sekaligus bertujuan untuk mendidik publik agar lebih mengerti gejala dan resiko demensia.

Lokakarya itu dihadiri oleh anggota Enaya dan DAAM Specialized Care Centers yang sebagian besar merupakan pasien demensia usia lanjut.

Demensia, yang juga dikenal dengan sebutan pikun, masih sering dianggap wajar oleh sebagian orang.

Padahal, penyakit tersebut tidak hanya akan mempengaruhi kualitas hidup pengidapnya, tetapi juga dapat berdampak serius secara sosial dan finansial bagi masyarakat dan negara serta stigma terhadap si penderita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.