Di KTT PBB, Zelenskyy Desak Hak Veto Rusia Dicabut
📅 Kamis, 21 Sep 2023, 09:30 WIB | Oleh: Tim PenulisLavrov mengecam Zelensky, yang berusaha merebut kembali seluruh wilayah yang diduduki Rusia, karena tidak melakukan negosiasi.
Diplomat tinggi Rusia kemudian menoleh ke Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, dan menyarankan Amerika Serikat dapat "memberikan perintah kepada Zelensky untuk mencabut keputusan tersebut" yang menentang negosiasi.
Blinken, yang bertemu Lavrov sebelum perang untuk memperingatkan soal invasi, menghindari pertemuan dengannya sejak perang dan tidak ada pembicaraan yang direncanakan di New York.
Dalam sambutannya ketika Lavrov memasuki ruangan, Blinken mengenang kunjungannya baru-baru ini ke Ukraina di mana ia mengunjungi sebuah kota di mana mayat warga sipil Ukraina ditumpuk di antara para penghuni ruang bawah tanah sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Rusia melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Ukraina hampir setiap hari," kata Blinken.
Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna mengatakan seluruh dunia mendesak Rusia untuk menghentikan perang.
"Rusia harus memahami bahwa di sini, di Majelis Umum, hampir semua negara menyerukan agar segera menghentikan agresi terhadap Ukraina," kata Colonna kepada AFP dalam sebuah wawancara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Rabu malam, Zelensky bertemu dengan rekannya dari Brazil, sebuah pertemuan yang sudah lama dinantikan Zelensky saat ia berusaha membujuk Luiz Inacio Lula da Silva untuk mengambil sikap menentang Rusia selama perang.
Lula menolak bergabung dengan negara-negara Barat dalam menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atau memasok amunisi ke Ukraina, dan menyiratkan bahwa Zelensky bertanggung jawab atas perang tersebut seperti halnya Putin.
Pada Selasa, di PBB Lula menegaskan kembali bahwa "solusi tidak akan bertahan lama jika tidak didasarkan pada dialog."
Di Twitter, (kini X), Lula menggambarkan pertemuan mereka sebagai "percakapan yang baik tentang pentingnya jalur pembangunan perdamaian dan selalu menjaga dialog terbuka antar negara kita."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!