Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Di KTT PBB, Zelenskyy Desak Hak Veto Rusia Dicabut

📅 Kamis, 21 Sep 2023, 09:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Di KTT PBB, Zelenskyy Desak Hak Veto Rusia Dicabut Doc: DW/AP
Ket. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pidato pada pertemuan Dewan Keamanan pada sesi ke-78 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB.

PBB - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rabu (20/9) berhadapan langsung dengan Rusia di Dewan Keamanan PBB. Ia mengecam invasi Kremlin ke negaranya sebagai tindakan "kriminal" dan mendesak PBB untuk mencabut hak veto Moskow.

Mengenakan seragam militer khasnya, Zelensky untuk pertama kalinya sejak invasi Februari 2022 duduk di ruangan yang sama dengan seorang pejabat Rusia, yang merespons dengan menekuni ponselnya dengan ekspresi tidak tertarik.

"Sebagian besar dunia mengakui kebenaran mengenai perang ini," kata Zelensky."Ini adalah agresi kriminal dan tidak beralasan yang dilakukan Rusia terhadap negara kami yang bertujuan untuk merebut wilayah dan sumber daya Ukraina."

Zelensky meminta PBB untuk melakukan pemungutan suara mengakhiri hak veto Rusia di Dewan Keamanan. Moskow hanya setara dengan Inggris, Tiongkok, Prancis, dan Amerika Serikat dalam memblokir resolusi apa pun.

Pemimpin Ukraina mengatakan langkah ini bisa jadi merupakan salah satu reformasi besar di Dewan Keamanan yang mencakup pemberian perwakilan permanen di badan pengambil keputusan utama kepada negara-negara di negara berkembang, di mana dukungan terhadap perjuangan Ukraina masih kurang.

"Hak veto di tangan agresor inilah yang mendorong PBB menemui jalan buntu," kata Zelensky.

"Tidak mungkin menghentikan perang karena semua upaya diveto oleh pihak agresor atau pihak yang membiarkan agresor," ujarnya.

Zelensky mengulangi pendirian Ukraina bahwa hak veto Moskow adalah milik bekas Uni Soviet - salah satu pemenang Perang Dunia II setelah PBB dibentuk - dan bukan milik Rusia di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin.

"Sayangnya, kursi di Dewan Keamanan, yang diduduki Rusia secara ilegal melalui manipulasi di belakang layar setelah runtuhnya Uni Soviet, telah diambil oleh para pembohong yang tugasnya menutupi agresi dan genosida," kata Zelensky.

Rusia Mencemooh

Mencabut hak veto Rusia akan sangat sulit, dan Zelensky mengakui bahwa Moskow tidak akan "melepaskan hak istimewa yang dicuri ini secara sukarela."

Namun, terdapat preseden: Majelis Umum pada 1971 mengalihkan kursi pemegang hak veto Tiongkok dari Taiwan, yang kemudian dianggap sebagai perwakilan negara tersebut, kepada pemerintah komunis di daratan.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, yang muncul di Dewan Keamanan setelah Zelensky keluar, mencemooh gagasan untuk mengakhiri veto Rusia dan menggambarkannya sebagai cara untuk mengendalikan kekuatan Barat.

"Penggunaan veto adalah alat yang sah sebagaimana tercantum dalam Piagam (PBB)," kata Lavrov.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.