Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Berusaha Pastikan Kelanjutan Penyelamatan Kelompok Termiskin

📅 Selasa, 19 Sep 2023, 01:55 WIB | Oleh:
PBB Berusaha Pastikan Kelanjutan Penyelamatan Kelompok Termiskin Doc: TIMOTI A CLARY/AFP
Ket. Sekjen PBB, Antonio Guterres

NEW YORK - Para pemimpin dunia, Senin (18/9), bertemu di KTT pembangunan PBB sebagai upaya memenuhi janji-janji ambisius untuk mengentaskan masyarakat termiskin di dunia, pada saat negara-negara rentan sedang menghadapi serangkaian krisis.

Namun, pertemuan diadakan menjelang Sidang Umum PBB tahunan yang dibuka pada Selasa, terancam dikesampingkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, yang akan dilambangkan dengan kehadiran Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada pertemuan di New York.

Dikutip dari Channel News Asia, pada 2015, negara-negara anggota PBB mengadopsi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang berisi 17 target untuk mengubah dunia pada 2030, termasuk mengakhiri kemiskinan ekstrem dan memastikan tidak satu pun dari delapan miliar penduduk bumi yang mengalami kelaparan.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan KTT tersebut akan mengupayakan "rencana penyelamatan global" mengenai target-target tersebut, karena ia mengakui bahwa hanya sekitar 15 persen yang berada di jalur yang harus dipenuhi dan beberapa metriknya menuju ke arah sebaliknya. "Tujuannya adalah tentang harapan, impian, hak dan harapan masyarakat serta kesehatan lingkungan alam kita," kata Guterres.

"Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi dalam sejarah, menyembuhkan perpecahan global dan membawa dunia kita menuju perdamaian abadi," katanya.

Alami Kemunduran

Upaya mencurahkan uang dan perhatian pada tujuan-tujuan itu telah berulang kali mengalami kemunduran, termasuk akibat pandemi Covid-19, perang di Ukraina, dan kekacauan lainnya, memburuknya bencana iklim, dan peningkatan tajam biaya hidup.

"KTT PBB adalah ruang penting untuk melakukan perubahan," kata Abby Maxman, presiden badan amal aktivis anti-kemiskinan Oxfam America.

"Para pemimpin harus bertanggung jawab, mengindahkan seruan mereka yang berada di garis depan dan menggunakan waktu ini untuk mendengarkan, membuat komitmen yang berarti dan menindaklanjutinya dengan tindakan nyata," ujarnya.

Dia mengatakan salah satu langkah yang kuat adalah bagi negara-negara kaya untuk mendukung reformasi lembaga-lembaga ekonomi internasional guna mengatasi besarnya utang yang berdampak pada negara-negara berkembang.

KTT G20 di New Delhi bulan ini mengambil langkah awal untuk mengatasi keterwakilan di Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.

"Tetapi secara keseluruhan, akankah KTT SDG ini menghidupkan kembali rasa 'harapan, optimisme dan antusiasme' seperti yang telah dicanangkan?" tanya Noam Unger, pakar pembangunan di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington.

"Meningkatnya otoritarianisme, kemunduran demokrasi, serta persaingan geostrategis dan tekanan ekonomi, kemungkinan besar akan menutupi isu-isu mendasar lainnya terkait perubahan iklim dan pembangunan global," kata dia.

Para pemimpin negara-negara berkembang akan hadir pada Senin. Amerika Serikat, yang telah menyalurkan bantuan militer senilai 43 miliar dollar AS ke Ukraina untuk membantu mempertahankan diri dari invasi Russia, berharap dapat menunjukkan bahwa mereka juga tertarik pada pembangunan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.