Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akademisi Usoed Berharap Situasi Jelang Pemilu 2024 Tetap Kondusif

📅 Minggu, 17 Sep 2023, 14:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Akademisi Usoed Berharap Situasi Jelang Pemilu 2024 Tetap Kondusif Doc: antarafoto
Ket. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Indaru Setyo Nurprojo

PURWOKERTO - Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Indaru Setyo Nurprojo, berharap situasi menjelang Pemilu Serentak 2024 tetap kondusif. Indaru menilai sejauh ini kondisinya tidak seektrem Pemilu 2019.

"Saya pikir kalau kita melihat perkembangan, ini tidak seekstrem Pemilu 2019, memang harus diakui. Para pendukung di media sosial manapun juga tidak begitu (ekstrem)," kata Indaru di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (17/9).

Ia mengatakan hal itu disebabkan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) tidak begitu laku lagi untuk "dijual" dalam kontestasi politik menjelang Pemilu Serentak 2024.

Menurut dia, hal itu terlihat pada awal persiapan Pemilu 2024 yang sempat muncul isu nasab habaib dan sebagainya namun dalam perkembangannya tidak mendapatkan respons yang signifikan.

"Isu-isu yang berkaitan dengan SARA itu sengaja diolah dan dibagikan kepada publik, tetapi tidak sampai pertengahan tahun 2023 hal itu sudah selesai. Saya pikir itu ke depan akan lebih redup," jelasnya.

Kendati demikian, dia mengatakan hal yang perlu diwaspadai pada Pemilu Serentak 2024 adalah hal-hal berkaitan dengan aturan main dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), saat pemilihan, proses penghitungan suara, dan hasil perolehan suara.

Dalam hal ini, kata dia, kemungkinan terjadinya sengketa hasil perolehan suara Pemilu Serentak 2024 harus diwaspadai.

"Cuma satu hal yang menurut saya perlu diperhatikan terutama penyelenggara karena ini 'kan semuanya memastikan bahwa persiapan itu menjadi prepare termasuk menjelang pendaftaran calon presiden yang kemudian dipercepat," katanya.

Selain itu, kata dia, hal-hal yang berkaitan dengan teknis penyelenggaraan dan sebagainya termasuk daftar pemilih tetap juga harus dipastikan dengan dicek kembali.

"Satu hal yang menurut saya penting bagi partai politik pengusung calon presiden, saya pikir sekarang semuanya menyedotnya ke pilpres (pemilihan presiden), bukan ke dalam konteks partai," ungkapnya.

Menurut dia, isu yang paling banyak dalam pemberitaan selama ini adalah masalah calon presiden, tetapi tidak pernah berbicara tentang bagaimana kesiapan dan program partai maupun calon anggota legislatifnya.

Dalam hal ini, kata dia, partai politik lebih fokus pada masalah calon presiden dan koalisi.

"Nah ini yang saya pikir teman-teman partai ya jangan melupakan, karena yang diutamakan tentu perolehan kursi di DPRD sampai DPR RI. Dan DPD saya pikir juga kalah pamor," katanya.

Ia mengatakan informasi dari KPU mengenai calon anggota DPD RI kurang disampaikan secara tuntas dan masif, sehingga seolah "hilang tertelan bumi" karena lebih fokus pada partai politik dan calon presiden.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.