Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tren Kunjungan Perpustakaan Umum Semarang Beralih ke Digital

📅 Kamis, 14 Sep 2023, 17:45 WIB | Oleh:
Tren Kunjungan Perpustakaan Umum Semarang Beralih ke Digital Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Endang Sarwiningsih Setyawulan.

SEMARANG - Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang menjelaskan bahwa tren kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Umum Kota Semarang saat ini beralih ke digital meski masih ada yang berkunjung di tempat.

"Memang era sekarang ini kalau pengunjung perpustakaan langsung, 'on-site' memang sangat berkurang dibandingkan sebelum pandemi," kata Kepala Dinas Arpus Kota Semarang Endang Sarwiningsih Setyawulan di Semarang, Kamis.

Ia menyebutkan jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Kota Semarang saat ini berkisar 40-50 orang per hari, sedangkan sebelum pandemi COVID-19 mencapai 100-200 pengunjung per hari.

Namun, kata dia, berbanding terbalik dengan tingkat kunjungan ke layanan "e-book", yakni mengakses buku elektronik atau digital yang justru menunjukkan peningkatan drastis sekarang ini.

"Justru yang 'e-book' awalnya pada 2021 ke bawah berkisar 200-300 orang, sekarang ini satu bulan ini ada empat juta orang yang akses. Jadi, sangat luar biasa perkembangan yang digital," katanya.

Menurut dia, Perpustakaan Umum Kota Semarang memang memiliki aplikasi layanan "e-book" yang bernama "Si Booky" yang menyediakan beragam judul buku digital, beserta beberapa konten pendukungnya.

"Di Si Booky, ada banyak 'e-book'-nya, ada juga konten seperti Youtube, ada yang kayak Ruang Guru. Juga, ada layanan Si Buku Bercerita (Sibuca) untuk penyandang bisu tuli," katanya.

Diakui Endang, perpustakaan di masyarakat saat ini memang berada dalam kondisi antara hidup dan mati sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk mendorong transformasi perpustakaan.

"Kami mendorong perusahaan CSR-nya bisa diberikan berupa buku, baik elektronik maupun konvensional, dan sarana prasarana terkait perpustakaan. Karena perpustakaan antara hidup dan mati di masyarakat," katanya.

Sebenarnya, kata dia, minat baca masyarakat masih tinggi tetapi bahan bacaannya memang masih kurang, terutama untuk buku elektonik yang sekarang ini memang lebih banyak diakses.

"Kami juga kerja sama dengan Perpustakaan Nasional dan pihak lain untuk melengkapi khasanah buku secara 'e-book'. Ada juga buku yang sangat penting dan langka, kami digitalkan," pungkasnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

58 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.