- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tak Terima Disebut Bagian ...
Tak Terima Disebut Bagian dari Tiongkok, Taiwan Mengecam Keras Elon Musk
Kamis, 14 Sep 2023, 11:29 WIBTAIPEI - Taiwan "tidak untuk dijual", kata Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu. Ia mengecam keras Elon Musk yang menyebut Taiwan bagian integral Tiongkok.
Musk, pemilik platform media sosial X (Twitter), serta perusahaan mobil listrik Tesla dan jaringan satelit Starlink, melontarkan pernyataan tersebut pada acara All-In Summit di Los Angeles yang diunggah ke YouTube pekan ini.
"Kebijakan mereka (Beijing) adalah menyatukan kembali Taiwan dengan Tiongkok. Dari sudut pandang mereka, mungkin hal ini dapat dianalogikan dengan Hawaii atau semacamnya, seperti bagian integral dari Tiongkok yang secara sewenang-wenang bukan bagian dari Tiongkok terutama karena... Armada Pasifik AS telah menghentikan upaya reunifikasi apa pun dengan kekerasan," katanya.
Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu, dalam sebuah postingan di X pada Rabu malam, mengutarakan harapannya agar Musk dapat meminta Tiongkok untuk "membuka @X kepada rakyatnya".
Tiongkok memblokir X, dan media sosial besar dari Barat lainnya seperti Facebook.
"Mungkin menurutnya pelarangan itu adalah kebijakan yang baik, seperti mematikan @Starlink untuk menggagalkan serangan balasan Ukraina terhadap Rusia," lanjut Wu, mengacu pada penolakan Musk terhadap permintaan Ukraina mengaktifkan jaringan satelit Starlink di kota pelabuhan Sevastopol di Krimea tahun lalu untuk membantu serangan terhadap armada Rusia di sana.
"Dengar, Taiwan bukan bagian dari RRT dan tentunya tidak untuk dijual!" kata Wu, menggunakan akronim Republik Rakyat Tiongkok.
Pemerintahan Taiwan yang dipilih secara demokratis dengan tegas menolak klaim kedaulatan Tiongkok, dan mengatakan hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka.
Ini bukan pertama kalinya Musk membuat marah Taiwan. Perusahaan Tesla milik Musk memiliki pabrik besar di Shanghai.
Oktober lalu, Musk mengemukakan bahwa ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan dapat diselesaikan dengan menyerahkan sebagian kendali atas Taiwan kepada Beijing. Pernyataan ini memicu kecaman keras yang sama dari Taiwan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Edukasi Gigi dan Mulut di Sekolah, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Sejak Dini
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Inter Milan Berpeluang Kunci Gelar
-
Semarang Duduki Peringkat Tiga Kota Paling Toleran se-Indonesia 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.