Antonelli Tak Terbendung, Cetak Empat Kemenangan Beruntun dan Ukir Sejarah F1

Senin, 25 Mei 2026, 07:49 WIB

MONTREAL, KANADA - Kimi Antonelli terus menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar sensasi sesaat di Formula 1 musim 2026. Pebalap muda Italia itu kembali tampil luar biasa dengan menjuarai Grand Prix Kanada di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Senin (25/5) dini hari WIB, sekaligus mencatat kemenangan keempat beruntun bersama Mercedes.

Hasil tersebut membuat Antonelli semakin kukuh di puncak klasemen sementara kejuaraan dunia pembalap dengan keunggulan 43 poin. Lebih dari itu, pebalap berusia 19 tahun tersebut juga menorehkan sejarah sebagai pembalap pertama dalam sejarah Formula 1 yang berhasil meraih empat kemenangan pertamanya secara beruntun.

Ket. Foto: Kimi Antonelli. — Sumber: AFP

Kemenangan di Montreal terasa semakin spesial karena diraih setelah duel sengit melawan rekan setimnya sendiri, George Russell. Pertarungan dua pembalap Mercedes itu mewarnai paruh pertama balapan sebelum Russell akhirnya gagal finis akibat kerusakan power unit.

Antonelli menyelesaikan lomba dengan keunggulan 10,768 detik atas pebalap Ferrari, Lewis Hamilton. Sementara posisi ketiga ditempati juara dunia empat kali Max Verstappen dari Red Bull, yang akhirnya meraih podium pertamanya musim ini.

“Pertarungan melawan George sangat menyenangkan. Kami benar-benar membalap di batas kemampuan,” ujar Antonelli seusai balapan.

“Balapan hari ini tidak mudah. Sangat disayangkan George mengalami kerusakan karena duel kami sebenarnya bisa menjadi pertarungan yang luar biasa sampai akhir.”

Hamilton tampil kompetitif sepanjang akhir pekan dan sukses meraih podium ke-204 sepanjang kariernya. Juara dunia tujuh kali itu bahkan terlihat memeluk Antonelli setelah balapan usai, sebuah momen simbolis antara legenda Mercedes dan penerusnya.

“Akhirnya kami menemukan performa terbaik. Sangat menyenangkan kembali berada di podium dan bertarung dengan Max,” kata Hamilton. “Saya sangat bahagia karena saya selalu menyukai sirkuit ini.”

Verstappen pun mengaku menikmati persaingan di barisan depan setelah menjalani awal musim yang sulit.

“Rasanya jauh lebih menyenangkan balapan di depan. Kami akhirnya mendapatkan podium pertama musim ini dan duel dengan Lewis juga sangat menarik,” ujar pembalap Red Bull tersebut.

Balapan berlangsung dalam kondisi cuaca dingin dan gerimis dengan suhu sekitar 12 derajat Celsius. Situasi itu membuat tim-tim terpecah dalam menentukan strategi ban sejak awal lomba.

McLaren menjadi salah satu tim yang mengambil risiko besar dengan menggunakan ban intermediate. Strategi itu justru berubah menjadi bencana. Lando Norris sempat memimpin lomba pada awal balapan setelah melewati Russell saat start, tetapi ia kemudian harus masuk pit lebih cepat untuk mengganti ban.

Keputusan tersebut membuka jalan bagi Antonelli untuk mengambil alih pimpinan lomba. Russell kemudian memberikan tekanan besar kepada rekan setimnya itu dan sempat merebut posisi pertama pada lap keenam.

Namun duel keduanya berkembang menjadi sajian utama GP Kanada. Antonelli dan Russell beberapa kali saling salip di area chicane dan hairpin dalam pertarungan wheel-to-wheel yang memancing sorak penonton Montreal.

Antonelli akhirnya berhasil merebut kembali posisi terdepan pada lap ke-22. Meski sempat melakukan lock-up dan melebar, pebalap muda Italia itu tetap tampil agresif dan mampu menjaga ritme balapnya.

Drama kemudian terjadi pada lap ke-30 ketika Russell tiba-tiba kehilangan tenaga dan menghentikan mobilnya di sisi lintasan.

“Semuanya mati, mesin dan elektroniknya. Semua berhenti total,” ujar Russell frustrasi.

Gagal finis tersebut menjadi yang pertama bagi Russell dalam 38 balapan terakhir sejak GP Inggris 2024.

Virtual Safety Car sempat diberlakukan sebelum Antonelli masuk pit untuk mengganti ban medium. Setelah balapan kembali normal, pebalap Mercedes itu tidak lagi terkejar dan melesat menuju kemenangan keempat secara beruntun.

Sementara Mercedes berpesta, McLaren justru mengalami akhir pekan yang menyakitkan. Selain strategi ban yang keliru, Oscar Piastri juga mendapat penalti 10 detik setelah bersenggolan dengan Alex Albon dari Williams.

Penderitaan tim juara bertahan itu semakin lengkap ketika Norris harus menghentikan mobilnya pada lap ke-40 akibat masalah girboks. Piastri sendiri hanya mampu finis di posisi ke-11 dan gagal meraih poin.

Di belakang tiga besar, Charles Leclerc finis keempat untuk Ferrari. Isack Hadjar membawa Red Bull kedua finis kelima, diikuti Franco Colapinto dari Alpine dan Liam Lawson dari Racing Bulls.

Pierre Gasly menempati posisi kedelapan untuk Alpine, sedangkan Carlos Sainz dari Williams dan Oliver Bearman dari Haas melengkapi posisi 10 besar.

Dengan performa impresif yang terus berlanjut, Antonelli kini semakin mengukuhkan statusnya sebagai kandidat kuat juara dunia musim ini. Di usia yang masih sangat muda, pembalap Italia tersebut mulai menghadirkan era baru di Formula 1.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.